banner 468x60

Ogah Minta Maaf, Korban Pelecehan Seksual di KPI Ngotot ke Jalur Hukum

  • Bagikan
Pelecehan Seksual di KPU Pusat. suara.com
Pelecehan Seksual di KPU Pusat. suara.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Hingga saat ini, para terduga pelaku pelecehan seksual dan perundungan terhadap rekan mereka MS, sesama pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) belum meminta maaf secara pribadi.

Padahal. MS berharap mereka menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan mereka, meskipun proses hukum akan tetap berjalan.

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Mualimin, kuasa hukumnya.

“Saya sudah coba untuk lihat lagi barangkali ada pesan-pesan yang dikirim melalui email, Instagram. Barangkali, salah satu atau semua daripada para pelaku barangkali melakukan permintaan maaf atau mengakui salah. Barangkali niat berkunjung untuk istilahnya ini kan mereka satu tempat kerja. Barangkali ingin mengklarifikasi hal tertentu yang jadi titik persoalan. Nyatanya enggak ada,” ungkap Mualimin saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/9/2021).

Karena tidak ada itikad baik dari terduga pelaku, tim pengacara semakin yakin persoalan ini sudah seharusnya diselesaikan secara hukum.

“Ini kan membuktikan jalur hukum sudah menjadi jalur yang baik bagi korban untuk mendapatkan penyelesaian,” ujar Mualimin.

Kasus pelecehan dan perundungan di KPI terkuak setelah surat terbuka MS viral di media sosial. Dalam surat terbuka, MS meminta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

MS juga menyebut terduga pelaku yang berjumlah delapan orang. Mereka adalah RM (Divisi Humas bagian Protokol KPI Pusat), TS dan SG (Divisi Visual Data), dan RT (Divisi Visual Data).

Lalu, FP (Divisi Visual Data), EO (Divisi Visual Data), CL (eks Divisi Visual Data, kini menjadi Desain Grafis di Divisi Humas), dan TK (Divisi Visual Data).

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: