Benarkah Mencuci Hidung dengan Air Garam Bisa Hilangkan Virus COVID-19? Cek Faktanya!

  • Bagikan
Air garam. suara.com
Air garam. suara.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sejak jaman dulu hingga sekarang, air garam dipercaya ampuh untuk menghilangkan bakteri atau bahkan virus. Terbaru, air garam katanya bisa menghilangkan virus Covid-19.

Cukup dengan hanya mencuci hidung dengan garam dapur. Selain itu, NHCL dengan kadar 0,9 juga direkomendasikan untuk dipakai guna menghilangkan virus corona melalui hidung.

Tapi, bagaimana sebenarnya khasiat dari si serbuk putih ini? Benarkan bisa membunuh virus Corona?

Berikut narasinya.

“Tentu rakyat akan sulit kalau berurusan dengan NHCL. Apalagi harus di kadar 0,9. Maka drh Indro membuat rumus yang sesuai dengan pemahaman rakyat: satu sendok makan garam itu sama dengan 10 gram. Kalau dimasukkan ke air 1 liter berarti kadarnya sekitar 0,9. Kurang dari itu tidak ampuh. Kelebihan sedikit tidak apa-apa”.

Lalu, apakah benarkah informasi tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan Turnbackhoax.id–jaringan Suara.com, informasi mencuci hidung dengan garam dapur adalah salah.

Ahli Patologi Klinis UNS Tonang Dwi Adryanyo menjelaskan, jika larutan NaCl bisa membersihkan kotoran di lubang hidung namun tetapi tidak menghilangkan virus COVID-19.

Berdasarkan penjelasan dari situs covid.go.id, membersihkan hidung dengan air garam membantu orang pulih dari penyakit flu.

Menurut dr. Fikry Hamdan Yasin SpTHT KL(K), yang berpraktik di RS Eka Hospital BSD, menegaskan terapi cuci hidung ini tidak bisa dilakukan dengan bahan sembarangan.

Cairan NaCL 0,9% sebaiknya tidak diganti dengan bahan lainnya, seperti garam dapur, karena justru dapat merusak mukosa hidung.

 KESIMPULAN

• Dengan penjelasan di atas, maka disimpulkan bahwa klaim menyebut mencuci hidung menggunakan air garam dapat menghilangkan virus corona ialah salah.
• Klaim tersebut dapat dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: