Inggris Larang Suntik Filler Bagi Anak di Bawah Umur

  • Bagikan
Ilustrasi Filler hidung. suara.com
Ilustrasi Filler hidung. suara.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dalam dunia kecantikan, banyak hal bisa dilakukan guna mempercantik struktur tubuh, terutama wajah. Salah satunya suntikan anti-kerut dan filler.

Namun, faktanya banyak anak di bawah usia 18 tahun di negara maju mulai menggunakan teknik kosmetik ini. Padahal pada usia itu, tindakan kosmetik ini membahayakan.

banner 336x280

Dengan tegas, Inggris melarang konsumen kecantikan yang berusia di bawah 18 tahun dan menjadi ilegal.

Pembatasan usia untuk dua prosedur kosmetik dilaporkan datang pada saat puluhan ribu remaja telah menjalani perawatan untuk menghaluskan wajah meraka. Demikian seperti dilansir dari New York Post, dikutip Suara.com.

Mulai 1 Oktober, suntik filler dan anti kerut akan jadi ilegal anak di bawah usia 18 tahun. Verifikasi usia juga akan menjadi persyaratan sebelum perawatan untuk memastikan pasien dan injector mematuhi tindakan hukum.

Pengecualian akan ada untuk dokter yang mungkin perlu menggunakan suntikan karena alasan medis. Sebagai contoh, beberapa dokter menyetujui penggunaan toksin botulinum – bahan utama dalam Botox – untuk meredakan gertakan gigi, mengatupkan rahang, dan migrain kronis.

Namun kebanyakan konsumen mencari perawatan ini untuk tujuan kosmetik daripada medis, yang meliputi bibir, pipi, rahang, dagu, hidung, dahi, di bawah mata dan bahkan peningkatan tubuh.

Nadine Dorries – menteri negara bagian di Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial – dilaporkan menyuarakan dukungannya untuk peraturan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dia berikan kepada Daily Mail.

“Menahan tahun-tahun itu baik-baik saja begitu Anda mencapai usia tertentu. Tetapi terlalu banyak orang yang terluka secara emosional dan fisik setelah prosedur kosmetik yang gagal, ”tulis Dorries kepada outlet berita Inggris.

“Jadi kami terus bekerja sama dengan organisasi untuk menilai perlunya perlindungan yang lebih kuat di sekitar prosedur kosmetik yang berpotensi berbahaya.”

Dalam beberapa tahun terakhir, selebritas dan influencer media sosial telah mengungkapkan berbagi efek buruk yang mereka alami dengan suntikan kosmetik.

Bintang reality TV Khloe Kardashian mengakui bahwa dia memiliki reaksi negatif terhadap filler wajah selama episode 2016 dari acaranya “Kocktails with Khloe.”

Komentar
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: