Wagub Kalbar Harap Perpustakaan Mampu Bertransformasi

  • Bagikan
Wagub Kalbar, Ria Norsan
Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan ikuti kegiatan Stakeholder Meeting membahas transformasi perpustakaan, secara virtual, Kamis (9/9/2021). Kegiatan itu turut diikuti Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Khusus dan Umum Republik Indonesia, Upriadi. (Adpim Pemprov Kalbar).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, bahwa peran perpustakaan sangat penting dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia.

Dalam peraturan perundang-undangan secara tegas dijelaskan bahwa, masyarakat memiliki hak memperoleh layanan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan. Namun, seiring perkembangan teknologi, keberadaan perpustakaan jadi sepi pengunjung.

Sebab leterasi sudah mudah diapat melalui internet. Karena itu, Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan berharap, perpustakaan mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman. Harus bisa bertransformasi dengan memanfaatkan era digitalisasi.

“Saya berharap, semua stakeholder mendukung untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul, melalui peningkatan kemampuan literasi, guna mewujudkan Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh,” pesan Wakil Gubernur Kalbar,Ria Norsan, saat membuka acara Stakeholder Meeting (SHM) di Ruang Audio Visual Kantor Gubernur, Kamis (9/9/2021).

Menurut Norsan, demi mewujudkan masyarakat sejahtera, peran literasi sudah dilakukan perpustakaan melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Yang bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas SDM.

Sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung peningkatan kreativitas masyarakat dan menipiskan kesenjangan akses informasi.

Wagub Kalbar juga mengatakan untuk meraih keberhasilan program, maka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat tidak dapat berjalan sendiri tanpa ada dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak.

Hal ini bertujuan untuk membangun dukungan kebijakan, penganggaran, dan keterlibatan berbagai pihak yang relevan terhadap Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang mendorong keberlanjutan program.

“Kegiatan ini akan difokuskan pada penguatan kapabilitas Transformasi Perpustakaan Umum Berbasis Inklusi Sosial di provinsi, kabupaten, hingga ke desa yang menitikberatkan pada beberapa rencana kerja utama,” jelas Wagub Ria Norsan.

Dia pun mendorong, adanya pengembangan kapabilitas perpustakaan melalui transformasi layanan perpustakaan. Agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya dan potensinya sebagai upaya menyejahterakan masyarakat melalui literasi.

Pengembangan ini diharapkan dapat dilakukan oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota, hingga perpustakaan tingkat desa/kelurahan. Perpustakaan harus bisa bertransformasi, sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, yang dapat mengubah kualitas hidup menjadi lebih baik menuju kesejahteraan.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Khusus dan Umum Republik Indonesia, Upriadi, menyampaikan, kegiatan SHM ini merupakan rangkaian dari siklus tahunan pelaksanaan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Menurutnya, pada tahun 2021 ini, SHM tingkat Provinsi dilaksanakan di 32 daearah secara daring dan dibagi dalam beberapa gelombanang. Di mana, setiap gelombang dilaksanakan di 8 provinsi.

Tujuan dari pelaksanaan SHM ini yaitu, untuk membangun kesadaran tentang pentingnya pengembangan perpustakaan, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sertta membangun dukungan dan komitmen dari stakeholder dalam pengembangan pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Kegiatan ini juga mempromosikan perpustakaan berbasis inklusi sosial di kalangan masyarakat melalui beberapa kegiatan yang telah dirancang,” ucap Upriadi secar melalui virtual.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: