Bangun Infrastruktur, Pemkab Bengkayang Ajukan Pinjaman Dana dengan Nilai Fantastis

  • Bagikan
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis. dok
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis. dok

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Bengkayang berencana meminjam dana anggaran, untuk pembangunan infrastruktur dengan nilai yang fantastis, yaitu senilai Rp 250 Milyar. Pinjaman tersebut diketahui akan digunakan Pemda dalam pembangunan infrastruktur.

Diketahui, pinjaman tersebut diajukan Pemda Bengkayang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur  (SMI) melalui Kemendagri dan sudah disetujui oleh pihak terkait.

Bupati Darwis menerangkan, tujuan pinjaman tersebut dalam rangka percepatan pembangunan dan juga Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah Kabupaten Bengkayang.

“Ya, kita melakukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di PT SMI melalui Kemendagri dan sudah disetujui,” ungkapnya, Jumat, (10/9/2022).

Dikatakan Darwis, Pinjaman PEN daerah tersebut akan dilunaskan dalam jangka waktu 8 tahun.

Dengan program PEN tersebut, Bupati Darwis berharap dana tersebut dapat memberikan dampak pembangunan terutama jalan. Dan mengejar ketertinggalan di Kabupaten Bengkayang.

Tambahnya, di Kalbar, Kabupaten Bengkayang salah satu daerah yang mendapatkan pinjaman PEN. Disebabkan perencanaan yang matang telah dipersiapkan oleh pemda. Kemudian, dinilai baik oleh Pemerintah Pusat.

“Semoga apa yang kita rencanakan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan kita bersama,” ucapnya.

Sementara itu, pinjaman dana pembangunan infrastruktur jalan Tahun 2021 tersebut, menuai pro dan kontra dari kalangan masyarakat. Bahkan susunan daftar dana kegiatan tersebut beredar luas di sosial media.

Berdasarkan data kegiatan, dana tersebut tertulis rekonstruksinya dengan nilai, yakni penggantian jembatan Keraso sebesar Rp 7 Milyar, jembatan Sekayok Rp4,2 milyar, pembangunan jembatan BBI Rp 4,2 milyar, dan pembangunan jembatan Sungai Karangan Rp8,4 milyar.

Sehingga total untuk pembangunan dan penggantian jembatan sebesar Rp 23,8 milyar.

Sementara kegiatan jalan untuk tujuh titik/ruas jalan yakni Jalan Pangkalan Makmur-Capkala sebesar Rp 42,6 Milyar, Jalan Capkala-Monterado Rp 52,2 milyar, Jalan Monterado-Samalantan Rp30,4 milyar, Jalan Puaje-Monterado Rp25,5 milyar, Jalan Sayung-Temu Rp16,5 milyar, Jalan Sanggau Ledo-Dawar Rp51 milyar, dan Jalan Sujah-Nibung Rp16,5 milyar.

Kemudian, biaya untuk pengawasan jalan dan jembatan (11 paket) sebesar Rp9,6 Milyar. Sehingga jumlah total pinjaman PEN sebesar Rp250 milyar. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: