banner 468x60

Nestapa Jemaat Ahmadiyah, Kejadian yang Terus Terulang

  • Bagikan
Pengrusakan hingga pembayaran yang dilakukan sekelompok massa di rumah ibadah Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalbar. Ist
Pengrusakan hingga pembakaran yang dilakukan sekelompok massa di rumah ibadah Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalbar. Ist

Prang…prang…prang

Bunyi kaca pecah terdengar. Ratusan massa berkumpul. Mereka berteriak beringas, sembari melempar batu ke arah bangunan bercat krem. Bangunan beratap biru dengan moncong mengkilat di tengah-tengah atap. Di plang tertulis Masjid Miftahul Huda.

Mereka bergegas. Tampak buru-buru. Instruksi terdengar dengan jelas, “Ratakan saja.” Pekikan makin riuh terdengar, usai bangunan di samping Masjid Miftahul Huda terbakar. Massa tak hanya melampar batu. Juga melempar plastik berisi bensin.

Dalam hitungan menit, api membesar. Menghanguskan bangunan kayu itu. Kejadian itu tergambar dengan jelas, dalam potongan-potongan video berdurasi beberapa menit.

Di akhir video, terlihat massa masuk ke area masjid. Merusak dinding dan menghancurkan rumah ibadah milik Jemaat Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang.

Dinding depan masjid jebol. Membentuk lubang besar. Kaca jendela pecah berhamburan di lantai masjid. Kondisi masjid tampak berantakan.

Di luar, massa berdebat panas. Aparat yang berjaga, diminta tak menghalangi massa.

“Jangan mempersulit kami,” kata massa.

“Kami mau ratakan saja.”

“Udah rata kami pulang.”

“Kawan aparat, jangan mempersulit kami.”

Suara saling bersahut itu, berbaur dengan pikikan meneriakkan nama Allah. Suara perempuan ketakutan terdengar dengan sayup. Asap hitam membumbung. Jumat,(3/9/2021), langit Tempunak menjadi saksi. Tragedi kemanusiaan atas nama kepercayaan dan agama, kembali terjadi.

Padahal, satu bulan sebelum kejadian, tepatnya, 12 Agustus 2021, Jemaat Ahmadiyah Kabupaten Sintang, telah mengirim sepucuk surat berisi permohonan perlindungan hukum.

Selarik curhatan dan keluh kesah, mengisi lembaran kertas putih tersebut. Surat resmi berkop logo menara masjid, dikirim ke Kapolres Sintang, AKBP Venti Bernard Musak.

Yendra Budiana, Sekretaris Pers, sekaligus Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), menukilkan rangkaian 22 poin dalam siaran pers yang diterbitkan laman resmi: Ahmadiyah.id.

Siaran pers ini menyikapi aksi sekelompok massa yang menyerang, merusak hingga membakar rumah ibadah Jemaat Ahmadiyah. Siaran pers itu mengungkap kronologi hingga puncak penyerangan.

Polisi mengevakuasi 72 atau 20 KK Jemaat Ahmadiyah.

Kronologis Kejadian penyerangan sekelompok massa ke rumah ibadah Ahmadiyah, Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Sintang. Ist
Kronologi Kejadian penyerangan sekelompok massa ke rumah ibadah Ahmadiyah, Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Sintang. Ist
Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: