Saipul Jamil Boleh Tampil di TV Tapi?

  • Bagikan
Ketua KPI Agung Surpio [Podcast Deddy Corbuzier]
Ketua KPI Agung Surpio [Podcast Deddy Corbuzier] Ketua KPI Agung Surpio [Podcast Deddy Corbuzier]

PONTIANAK, insidepontianak.com – Akhirnya, usai ditunggu pernyataan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengenai boleh tidaknya Saiful Jamil tampil di TV, Ketua KPI Pusat, Agung Suprio mengatakan bahwa lembaganya tidak melarang Saipul Jamil. Tapi, syarat dan ketentuan berlaku.

KPI pun membatasi mantan napi pencabulan tersebut saat tampil di tv.

KPI menyebutkan telah memberikan pernyataan terkait glorifikasi (pemuliaan) terhadap Saipul Jamil yang telah dilakukan salah satu stasiun televisi. Pihaknya pun menegaskan hal tersebut tidak diperbolehkan.

Agung mengungkapkan, Saipul Jamil boleh tampil di publik dalam konteks edukasi atau wawancara tentang kejahatan yang telah dia lakukan.

“Kita buat surat, kita mengecam glorifikasinya, enggak boleh. Yang kedua, dia bisa tampil untuk kepentingan edukasi, misal: dia hadir sebagai bahaya predator, kan bisa juga dia ditampilkan seperti itu. Kalau untuk hiburan belum bisa di surat yang kami kirim ke lembaga penyiaran,” ujar Agung saat menjadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier, dikutip Suara.com, belum lama ini.

Menurut Agung Suprio, Saipul Jamil untuk saat ini belum diizinkan tampil dalam acara yang bertujuan untuk hiburan.

Keputusan tersebut dibuat setelah dilakukan rapat internal KPI dengan memperhatikan hak asasi manusia (HAM), etika, dan hukum.

Agung Suprio menegaskan bahwa Ia paham betul akan berbagai tuduhan tersebut. Dalam mengambil keputusan, menurut Agung, KPI telah mengambil referensi dari kasus yang pernah terjadi di luar negeri untuk kasus kejahatan seksual.

“Kami juga melihat dari berbagai referensi dari luar negeri, memang dibatasi. Bahkan, di suatu negara ada yang dikasih alat supaya dia tidak melakukan hal seperti itu lagi,” jelas Agung.

Pernyataan Ketua KPI Pusat Agung Suprio terkait diperbolehkannya mantan napi pencabulan untuk memberikan edukasi tersebut kini masih menjadi perbincangan karena menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: