UEFA Persilahkan Tiga Klub Besar Keluar dari Liga Champions

  • Bagikan
Presiden UEFA Aleksander Ceferin di markas besar UEFA di Nyon, Swiss. Fabrice COFFRINI / AFP
Presiden UEFA Aleksander Ceferin di markas besar UEFA di Nyon, Swiss. Fabrice COFFRINI / AFP

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tak hanya di politik yang muncul banyak konflik dan polemik, sepak bola juga mengalami hal yang sama. Rencana sejumlah klub ingin membentuk kompetisi sendiri mencuat ramai ke permukaan. Presiden Badan Sepak Bola Eropa (UEFA), Aleksander Ceferin pun bersikap tegas.

Kata Caferin, pihaknya tidak masalah jika Real Madrid, Barcelona, dan Juventus absen dari Liga Champions.

Real Madrid, Barcelona, dan Juventus adalah tiga klub inisiator Liga Super Eropa (ESL) yang hingga kini belum menyatakan mundur dari proyek yang dianggap ilegal itu.

Aleksander Ceferin menjelaskan bahwa dia tidak dapat memahami keputusan ketiga klub untuk membentuk liga baru tetapi masih ingin tampil di Liga Champions musim ini.

“Saya tidak keberatan jika mereka pergi,” kata Ceferin dalam wawancara yang diterbitkan akhir pekan ini di Der Spiegel, dikutip Suara.com.

“Sangat lucu bahwa mereka ingin membuat kompetisi baru dan pada saat yang sama mereka ingin bermain di Liga Champions musim ini.”

“[Ketiga klub ini] hanya memiliki pemimpin yang tidak kompeten. Orang-orang itu [Florentino Perez, Joan Laporta dan Andrea Agnelli] telah mencoba membunuh sepak bola,” tambahnya sebagaimana dilansir dari Marca.

Ceferin mengecam presiden Real Madrid Florentino Perez dengan merujuk pada langkah gagal Los Blancos untuk penyerang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe.

“[Dia] mengkritik [UEFA] dan mengatakan bahwa klub hanya bisa bertahan dengan Liga Super dan kemudian mencoba untuk mengontrak Kylian Mbappe seharga 180 juta euro,” kata Ceferin.

Presiden UEFA juga mengungkapkan bahwa ia diancam selama panggilan dengan penasihat Liga Super Eropa, yang menyarankan agar UEFA dapat menyelenggarakan kompetisi baru.

Ketika Ceferin menolak gagasan itu, dia diberitahu bahwa klub yang tertarik memiliki banyak uang dan pengaruh dan mereka akan menuntutnya jika dia tidak menyerah.

Ceferin juga mengusulkan beberapa reformasi pada peraturan Financial Fair Play, dengan pembayaran wajib dikenakan pada klub yang melebihi batas tertentu dalam hal pengeluaran, dan dia menyarankan bahwa hasilnya harus dibagi di antara klub lain.

“Di masa depan kami ingin berbicara tentang keseimbangan kompetitif daripada fair play [keuangan],” kata Ceferin.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: