Kluster Kampus Shanti Buana, Kadiskes Bengkayang : 8 Orang Isolasi di RS Lapangan

  • Bagikan
I Made Putra. dok
I Made Putra. dok

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Pertanggal 11 September 2021, Kabupaten Bengkayang bertambah 141 jumlah kasus terkonfirmasi positif PCR. Tambahan kasus tersebut berasal dari kluster Kampus Santi Buana.

Saat dikonfirmasi, Plt Kadinkes Kabupaten Bengkayang, I Made Putra membenarkan hal tersebut. Pihaknya kemarin telah mengunjungi Kampus Santi Buana untuk mengecek dan memonitor perkembangan mahasiswa yang terkonfirmasi positif PCR.

“Para mahasiswa yang terpapar Covid-19 (OTG) sudah diisolasi dan ditangani,”ungkapnya, Minggu (12/9/2021).

Dijelaskan Made, 139 mahasiswa yang terkonfirmasi positif PCR tersebut sudah diisolasi di ruang kuliah. Dan lokasinya jauh dari anak mahasiswa yang lainnya.

Sementara itu katanya. Saat dilakukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut oleh pihak satgas covid-19. Terdapat delapan orang mahasiswa dengan CT rendah. Sehingga delapan mahasiswa tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Lapangan untuk dilakukan isolasi khusus dan penanganan lebih lanjut.

Dirinya juga menyebutkan, dengan adanya klaster tersebut. Proses kegiatan perkuliahan dihentikan sementara selama dua pekan, oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas terkait.

Made mengungkapkan, klaster baru Covid-19 tersebut, bermula ketika Satgas Covid-19 hendak melakukan pemeriksaan swab antigen kepada mahasiswa. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk proses pembelajaran di Kampus Santi Buana.

“Hal ini sangat penting dilakukan saat hendak pembelajaran tatap muka diberlangsungkan. Sebab, apabila terjadi yang tidak diinginkan, langsung dapat dilakukan penanganan,”ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya Kadiskes Provinsi Kalimantan Barat mengatakan, terjadinya penambahan 271 kasus konfirmasi baru per 11 September 2021.

Dari jumlah itu, Kabupaten Bengkayang berada diurutan pertama dengan 141 kasus. Tambahan itu, berasal dari kuster Kampus Shanti Buwana.

“Terdapat 139 mahasiswa yang positif PCR, mereka semua OTG,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, Minggu (12/9/2021).

Harisson mengatakan, penularan kasus ini terjadi saat proses pembelajaran berlangsung. Sebab, sebelum pembelajaran dimulai Dinkes telah melakukan pemeriksaan swab antigen kepada mahasiswa.

“Tetapi dalam proses pembelajaran inilah yang terjadi penularan, dan mereka tinggal di asrama kampus,” kata dia.

Harisson mengatakan, Pemda Bengkayang telah menutup sementara kegiatan belajar tatap muka untuk dua minggu kedepan. Selain itu, mereka terus melaksanakan tracing pada seluruh mahasiswa.

“Bagi mahasiswa dengan hasil Laboratorium negatif, segera dipulangkan. Sementara yang reaktif diisolasi di asrama kampus,” ungkapnya.

Untuk mahasiswa yang positif dengan CT rendah, Pemda akan merujuknya ke Rumah Sakit Darurat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kasus positif ini telah diberikan Vitamin. Dinkes Provinsi telah mengirim 200 paket obat Covid-19,” tutupnya. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: