Berbaginasi Pontianak, Kisah Pejuang ‘Nasi’ Milenial yang Tak Malu Berbagi

  • Bagikan
Komunitas Berbaginasi berkomitmen untuk bersama membantu mereka yang kesulitan makan di Kota Pontianak. Ist
Komunitas Berbaginasi berkomitmen untuk bersama membantu mereka yang kesulitan makan di Kota Pontianak. Ist

PONTIANAK, insidepontianak.com – Selalu ada saja cara untuk berbuat baik, dan berbagi dengan sesama. Ada beberapa orang yang memilih berbagi dengan materi. Ada juga yang membagikan makanan. Seperti yang dilakukan oleh para pejuang milenial dari komunitas Berbaginasi atau yang biasa disebut Bernas Pontianak.

Perkumpulan orang baik ini terbentuk pada tahun 2012. Mereka hadir dengan ide serta harapan untuk membantu dan menularkan semangat untuk berbagi.

“Kita hanya perkumpulan. Jadi tidak terikat. Intinya yang pernah ikut sekali dan tidak bisa ikut lagi. Intinya, tak malu berbagi,” ujar Icang, salah seorang pejuang yang sudah hampir 4 tahun bergabung.

Pada masa awal terbentuk hingga pada tahun 2016, para pejuang Bernas Pontianak mengumpulkan uang secara sukarela. Mereka masak dan mengemas sendiri. Mereka memilih salah satu anggota Bernas sebagai basecamp.

“Nah, tahun 2016 sampe sekarang Alhamdulillah sudah berkembang. Kita dapat banyak bantuan dana dari donatur orang-orang baik,” ujar Icang.

Bantuan yang datang dari donatur tak hanya berupa uang. Namun, bisa juga dari nasi kotak yang disumbangkan secara langsung.

Sekarang, Bernas memutuskan untuk tidak memasak sendiri. Mereka akan membeli dari rumah makan yang sepi pembeli. Bernas tidak hanyak akan membantu orang-orang yang kelaparan, tapi juga pedagang kecil.

Setiap Jumat malam, para pejuang nasi ini berkeliling untuk mencari target berbagi. Ist
Setiap Jumat malam, para pejuang nasi ini berkeliling untuk mencari target berbagi. Ist

Setiap Minggu, Bernas Pontianak mulai beroperasi. Tepatnya, pada hari Jum’at malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka akan berkeliling mencari target untuk mereka bagi. Biasanya, di sekitaran Jalan Teuku Umar. Komplek Pontianak Mall hingga area parkir bank Bukopin.

“Kita mulai malam. Disaat orang lain enak tidur, saat itulah Berbaginasi Pontianak beraksi membagikan nasi bungkus kepada orang-orang yang masih bekerja banting tulang sampai tengah malam. Seperti pemulung, penjualan koran, tukang becak, kios-kios kecil, dan lain-lain,” ujar Icang.

Menurut Icang, dengan berbagi sebungkus nasi, kita bisa belajar akan arti berbagi dan mengerti arti sebuah kebersyukuran dari setiap yang kita temui di jalanan.

Ada lebih 300 pejuang yang aktif di awal pembentukan. Namun, seleksi alam menentukan. Kini, hanya sekitar 10-30 orang yang aktif.

Bernas Pontianak akan selalu menerima siapapun itu yang berniat bergabung. Baik yang ingin secara rutin, ataupun hanya sesekali.

“Sekali ikut pejuang selamanya pejuang. Kita merelakan diri untuk membasmi Pontianak bebas kelaparan. Prinsip dari berbagi nasi pontianak, akan bubar jika di Pontianak ini tidak ada lagi orang yang kelaparan,” pungkas Icang. (Silvia)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: