Gedung Baru RSUD Soedarso Sediakan 12 Ruang Operasi

  • Bagikan
Maket gedung baru RSUD Soedarso
Maket gedung baru RSUD Soedarso yang kini masih berjalan pembangunannya. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji menargetkan pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso rampung pada Januari 2021. RSUD Soedarso ke depan akan sangat representatif. Sebab, memiliki 12 gedung operasi dari yang sebelumnya satu.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, gedung baru RSUD Soedarso itu rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 28 Januari 2022, bertepatan dengan hari jadi Pemerintah Provinsi Kalbar.

“Kalau bisa presiden. Kalau tidak Menteri Kesehatan,” kata Sutarmidji kepada wartawan, Senin (13/9/2021).

Midji sapaan karibnya mengatakan, gedung baru RSUD Soedarso memberikan fasilitas kesehatan yang mempuni. Didukung 12 gedung operasi dan alat kesehatan yang memadai.

“Selama ini hanya satu ruang operasi. Dengan adanya gedung baru ini, akan ada 12 ruang operasi,” katanya.

Selain dilengkapi 12 ruan operasi, RSUD Soedarso juga memiliki tambahan 220 Bad Occupancy Rate (BOR) dan alat kesehatan (Alkes) bantuan Presiden senilai 150 miliar.

“Separuhnya sudah datang. Sisanya nanti,” terangnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi juga membangun rumah sakit infeksius di belakang RSUD Soedarso. Hal ini, mengantisipasi jika nantinya Covid-19 jadi endemi.

“Jadi kalau pandemi Covid-19 jadi Endemi, kita sudah siapkan rumah sakitnya. Jadi, semua sudah kita siapkan,” paparnya.

Keberpihakan Pemerintah

Pengamat kebijakan publik, Netty Herawati menilai, hadirnya gedung baru RSUD Soedarso menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada pelayanan kesehatan masyarakat Kalbar.

“Ini kabar yang menggembirakan. Bertahun tahun warga Kalbar merasa tak aman. Pelayanan kesehatan belum memadai. Sedikit-sedikit bawa ke Kuching,” kata Netty Herawati dalam acara ‘Menakar Tiga Tahun Kepemimpinan Bang Midji’ belum lama ini.

Netty menilai, pembangunan gedung baru RSUD menambah rasa aman. Sebab, layanan kemoterapi sudah bisa dilayani di sana. Apalagi tambahan 12 gedung operasi baru.

“Jadi tak perlu nunggu. Ini adalah keberpihakan pemerintah,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: