Gubernur Sutarmidji Pastikan Tak Lakukan Intervensi dalam Seleksi Sekda

  • Bagikan
Gubernur Kalbar, Sutarmidji
Gubernur Kalbar, Sutarmidji. (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memastikan tak melakukan intervensi dalam seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar. Dia menjamin, pemilihan Sekda sepenuhnya ditentukan Panitia Seleksi (Pansel) berdasarkan hasil penilian.

“Itu saya tak campur. Terserah siapa jadi Sekda. Orang tak percaya mungkin,” tegas Gubernur Sutarmidji kepada awak media di Pendopo Gubernur, Senin (13/9/2021).

Dia mempercayakan sepenuhnya kepada Tim Pansel dalam proses seleksi. Sebab Tim Pansel merupakan orang-orang yang punya kapasitas dan berentegritas. Menjunjung tinggi profesionalitas. Bahkan, di dalam Tim Pansel diambil dari Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, Ardian.

“Kenapa harus dia? Saya maunya Sekda paham eksekusi anggaran dengan cepat. Jangan lama, agar penyerapan anggaran cepat,” tegasnya.

Selain mampu mengeksekusi anggaran, Sekda juga harus paham administrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik. Sebab, Sekda motor dalam tata kelola pemerintahan.

“Makanya, Tim Pansel juga melibatkan Prof Kamarullah, dia ahli administrasi dan tata pemerintahan,” ucapnya.

Selain itu, Sekda Kalbar juga harus mengkomandoi pertumbuhan ekonomi Kalbar. Untuk itulah, Pakar Ekonomi Universitas Tanjungpura, Prof Edi Suratman juga dilibatkan dalam Tim Pansel. Selain itu, Tim Pansel juga terdiri dari psikolog.

“Semua tim diambil dengan pertimbangan. Saya tidak pernah ketemu mereka. Tidak ada arahan si A si B. Terserah saja,” ujarnya.

Gubernur Sutarmidji berharap, siapa pun Sekda terpilih, harrus dapat bekerja sama dengan semua pihak.

“Kita biasakan mengambil profesional,” tegasnya.

Untuk diketahui, ada tujuh nama yang mendaftar dalam seleksi Sekda Kalbar. Tujuh nama itu, Alexander Rombonang, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kalbar, Florentinus Anum, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalbar, Harisson, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Ignasius, Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Syarif Kamaruzaman, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Energi, dan Sumber Daya Mineral Kalbar, Bintoro, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, dan Vinsensius, Sekretaris Daerah Kabupaten Landak.

Mereka telah melalui proses seleksi administrasi dan penulisan makalah. Data tim Pansel yang diperoleh insidepontianak.com, Kadinkes Kalbar, Harisson, meraih poin tertinggi dalam penulisan makalah dengan nilai, 88,20. Posisi kedua disusul Syarif Kamaruzaman, dengan nilai 85,40. Posisi ketiga, ditempati Ignasius dengan nilai 83,40. Keempat ditempati Alexander Rambongan, kelima Vinsensius, keenam Florentinus Anum, dan terakhir Bintoro.

Dua Calon Kuat

Pengamat kebijakan publik Universitas Tanjungpura, Erdi Abidin memprediksi ada dua nama yang jadi calon kuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar yang kini proses seleksinya tengah berlangsung ketat.

Keduanya, Syarif Kamaruzaman, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Energi, dan Sumber Daya Mineral Kalbar dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harisson. Syarif Kamarauzaman disebut-sebut punya kedekatan kuat dengan Gubernur. Sehingga dia diyakini bisa menjawab pertanyaan Pansel dalam menerjemahkan visi misi Gubernur. Sementara, Harisson dinilai punya kinerja terukur dalam penanganan pandemi. Sehingga ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri.

Meski demikian, di luar itu Erdi menilai, tujuh nama calon Sekda Kalbar yang kini tengah mengikuti proses seleksi, masing-masing punya pengalaman yang mempuni. Namun untuk mengisi posisi Sekda, tak cukup hanya berbekal pengalaman. Terpenting, Seorang Sekda harus mampu menerjemahkan visi dan misi Gubernur Kalbar Sutarmidji.

“Ketika Tim Pansel bertanya apa yang akan dilakukan menjalankan visi dan misi Gubernur, jawaban calon ini akan sangat menentukan apa yang sudah disusun di RPJMD,” kata Erdi Abidin.

Selain itu, Sekda harus punya kapasitas manajerial. Dan punya kecocokan dengan Gubernur selaku kepala daerah. Kapan pun dibutuhkan harus selalu siap.

“Misalnya saja kalau Gubernur manggil jam 02.00 WIB, Sekda harus siap,” kata Erdi.

Dosen Fisip Untan itu meyakini, Gubernur Sutarmidji tak akan memilih atau menentukan salah satu dari tujuh nama calon Sekda, dan akan menyerahkan sepenuhnya hasil seleksi pada tim Pansel. Untuk itulah, hasil seleksi menjadi dasar keterpilihan itu. Erdi berharap siapapun yang terpilih nanti dapat melambangkan keseimbangan etnis di Kalbar.

“Keseimbangan kekuatan perlu diperhatikan,” pesannya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: