banner 468x60

Kluster ISB, Marianus: Penyebaran Terjadi Dalam Masa Karantina, Bukan PTM

  • Bagikan
Insitut Shanti Bhuana. Ist
Insitut Shanti Bhuana. net

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Rektor Insitut Shanti Bhuana (ISB) Bengkayang membantah beredarnya informasi penyebaran Covid-19 di wilayah ISB akibat proses Pembelajaran Tatap Muka berlangsung.

Hal tersebut disampaikan langsung Rektor ISB, Marianus Dinata Alnija. Dirinya mengatakan, adanya indikasi penyebaran Covid-19 di ISB ketika mahasiswa sedang dalam masa karantina. Bukan saat proses pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Tidak benar yang informasi yang beredar. Melainkan saat karantina ada indikasi penyebaran Covid-19,”terangnya, Senin (13/2021).

Dijelaskan Rektor ISB tersebut, hal itu bermula ketika pihak kampus mewajibkan kepada semua mahasiswa untuk menjalankan tes swab antigen di lingkungan kampus pada tanggal 15 Agustus. Setelah dilakukan swab, tak ada yang reaktif mahasiswa yang tinggal di asrama.

Kemudian, setelah dilakukannya swab antigen. Pihak kampus mengintruksikan karantina kepada mahasiswa. Namun, di saat karantina tersebutlah beberapa mahasiswa mengalami gejala demam dan flu.

Maka, pada tanggal 21 Agustus pihak ISB bekerja sama dengan Puskesmas Bengkayang untuk melakukan tes swab antigen kembali.

“Dari hasil tes tersebut, ditemukan satu orang mahasiswa yang dinyatakan reaktif,”ujar Rektor ISB.

Melihat hal itu, pihak kampus langsung mengambil langkah cepat untuk melakukan proses isolasi mandiri kepada yang terpapar covid-19. Guna mengantisipasi penyebaran lebih lanjut.

Satgas Covid-19 melakukan tracing yang berkontak erat langsung dengan mahasiswa terkonfirmasi.

“Pada tanggal 25 Agustus dilaksanakan tes swab dan PCR yang kedua, kemudian dilanjutkan pada tanggal 27, 30, dan 1 September. Dari hasil tes tersebut. Pasien yang positif dilakukan isolasi dan yang negatif dikembalikan kerumah masing-masing,”katanya.

Kampus pun langsung mengambil langkah cepat untuk melakukan proses isolasi mandiri kepada yang terpapar covid-19

Dan pihak satgas covid-19 melakukan tracing yang berkontak erat langsung dengan mahasiswa terkonfirmasi.

“Pada tanggal 25 Agustus dilaksanakan tes swab dan PCR yang kedua, kemudian dilanjutkan pada tanggal 27, 30, 1 September hingga 6 September,”katanya.

Dari hasil tes tersebutlah, hingga Minggu tanggal 12 September 2021 total keseluruhan kasus terkonfirmasi positif covid-19 berjumlah 138 orang.

Namun, Kasus di ISB sejak tanggal 21 Agustus saat gejala pertama ditemukan sampai hari ini sudah landai. Beberapa mahasiswa yang sebelumnya terkonfirmasi positif dan setelah melalui proses karantina khusus, sudah dinyatakan sembuh.

Hingga kondisi terkini, dari 138 orang terkonfirmasi positif covid-19. Masih 97 orang dalam proses karantina dan 41 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Kembali ditegaskannya, adanya klaster tersebut bukan karena proses PTM berlangsung. Bahkan, perkuliahan sama sekali belum dilaksanakan.

“Hanya karena beberapa mahasiswa yang memilih tinggal di Asrama ISB,” ucapnya. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: