Pedagang Ikan Olahan Keluhkan Sepi Pembeli Selama Pandemi

  • Bagikan
Salah satu lapak pedagang ikan olahan hasil laut di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Senin (13/9/2021). Baruna
Salah satu lapak pedagang ikan olahan hasil laut di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Senin (13/9/2021). Baruna

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Pedagang yang mengemas beraneka jenis olahan ikan hasil laut di pinggir jalan Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang keluhkan sepinya pembeli selama masa pandemi Covid-19.

Salah satu pedagang olahan ikan laut, Tarbini mengatakan, selama masa pandemi Covid-19. Dampak besar yang dialaminya adalah penghasilan dari hasil penjualan menurun drastis hingga mencapai 50 persen.

“Omset menurun sekali saat ini, pasca pandemi Covid-19,” ucapnya, Senin (13/9/2021).

Tak hanya omset kata Tarbini, bahkan tangkapan ikan laut dan jenis hewan laut juga ikut berkurang, karena cuaca ekstrem memasuki musim penghujan. Akibatnya para pelaut dan nelayan tidak melaut dan menabur jangkarnya.

Tarbini juga mengungkapkan, tak jarang ikan olahan yang kurang diminati pembeli busuk, karena sepi pembeli dan cuaca tidak mendukung untuk menjemur ikan, sehingga harus dibuang.

Tarbini berharap, pandemi segera cepat berakhir, sehingga wisatawan banyak berkunjung ke wilayah pesisir Bengkayang. Dan bisa menikmati kembali hasil lautan yang ia jual.

Diketahui, lapak pedagang olahan ikan laut hasil kekayaan laut yang dimiliki Kabupaten sangat beragam jenis olahan.

Mulai dari ikan asin dalam kemasan, pedak, kerupuk, terasi, ikan teri, sotong dan aneka olahan ikan laut lainnya.

Produk tersebut diketahui dengan harga bervariasi. Mulai dari harga terendah Rp 15 ribu sampai dengan Rp 50 ribu tergantung jenis ikan yang dipilih.

Situasi tersebut hampir terlihat disepanjang pinggiran jalan sutra dari jalur lalu-lintas arah Pontianak ke Kota Singkawang, tak jauh dari gerbang masuk wisata Mimiland.

Kemudian, semua ikan olahan dikemas dalam bentuk plastik maupun kertas. Dan terjamin alami tanpa pengawet. Sehingga konsumen tak perlu khawatir akan kemurniannya. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: