banner 468x60

Wabup Fahrur Rofi Ingin Sambas Segera Miliki BNN

  • Bagikan
Wabup Fahrur Rofi
WAWANCARA - Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi diwawancarai usai mengikuti kegiatan pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) masa bakti 2021-2026 di Pendopo Bupati Sambas, Sabtu (7/8/2021). (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi menilai, penanganan terhadap penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sambas akan sulit dilakukan karena tidak ada lembaga seperti Badan Narkotika Nasional (BNN). Apalagi saat ini Sambas masih menginduk ke BNN Kota Singkawang.

“Selama ini, BNN kita masih menginduk ke Kota Singkawang. Tentu hal itu menjadi faktor penghambat tersendiri. Apalagi kita ketahui dari berita-berita selalu ada saja warga yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika,” kata Fahrur Rofi,  Senin (13/9/2021).

Orang nomor dua di Sambas itu mengatakan, pencegahan, pemberantasan, dan penindakan terhadap penyalahguna narkotika di Kabupaten Sambas butuh sinergi semua pihak, baik itu dari unsur pemerintah, aparat penegah hukum maupun masyarakat itu sendiri.

“Selain peran semua pihak, hal yang paling penting adalah adanya lembaga non kementerian seperti BNN di daerah kita yang selama ini belum ada. Saya bersikeras agar itu segera terwujud. Supaya Sambas mandiri dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkotika,” katanya.

Menurut Rofi, Pemerintah Kabupaten Sambas sejatinya siap membentuk BNN. Bahkan secara khusus, pengajuan pembentukan BNN Sambas sudah diusulkan ke BNN Provinsi Kalbar. Segala persayaratan telah diminta.

“Belum lama ini saya bersama stakeholder terkait sudah datang ke BNN Provinsi untuk meminta agar di Sambas segera dibentuk BNN. Kita di daerah sudah siap sepenuhnya, lokasi dan hal lainnya sudah ada,” ucapnya.

Namun, usulan pembentukan BNN Sambas terganjal pada kebijakan pusat. Sementara BNN Provinsi Kalbar sudah merespon baik. Karena itu, pemerintah pusat diminta segera mengabulkan pembentukan BNN Sambas.

“Dari BNN Provinsi sebenarnya sudah oke, hanya kendalanya di pusat. Ada surat penghentian membentuk BNN baru di tingkat kabupaten. Jadi kita meminta agar surat itu di cabut. Kalau sudah dicabut nanti, mudah-mudahan BNN di Sambas segera terwujud,” harapnya.

Rofi menegaskan, pembentukan BNN di Sambas sangat penting dan mendesak. Apalagi Sambas berbatasan langsung dengan Malayisa, yang rawan penyelundupan narkoba. Di sisi lain, Sambas juga memiliki wilayah yang sangat luas. Sehingga sudah tak efetif lagi penaganan Narkoba dibebankan ke BNN Kota Singkawang.

“Selama ini pemerintah daerah bekerjasama dengan Yayasan Geratak. Itupun mereka hanya sebagai rehabilisator saja. Kita memang sangat membutuhkan BNN sekarang. Supaya tidak menginduk lagi ke Singkawang,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: