Inspiratif, Bocah Mandiri Berdagang Es Krim Mengayuh Sepeda Enam Jam Sambas-Pemangkat

  • Bagikan
Alwi
Alwi dan sepeda es krimnya. (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Viral di media sosial, seorang anak laki-laki bernama Alwi menarik perhatian masyarakat. Dia setiap hari, ia mengayuh sepeda selama enam jam pulang pergi dari Sambas ke Pemangkat untuk berjualan es krim seharga dua ribu.

Alwi adalah warga Desa Lumbang, Kecamatan Sambas. Apa yang dilakukannya patut menjadi inspirasi bagi anak-anak muda sekarang. Dia mengaku berjualan atas kemauan sendiri, karena tidak ingin menjadi beban keluarga.

“Berjualan ini adalah kemauan saya sendiri. Daripada diam dirumah, lebih baik jualan. Membantu orang tua daripada meminta kepada orang tua,” kata Alwi dalam video yang diunggah seorang guru PNS, bernama Lukman beberapa waktu lalu.

Alwi berangkat dari Sambas membawa sekotak es krim dengan sepeda biru miliknya sekitar pukul 08.00 WIB. Dia mengayuh pelan dan banyak singgah. Dia biasanya tiba di Pemangkat sekitar pukul 13.00.

“Saya biasanya mengayuh sepeda dari Sambas pukul 08.00 WIB, sampai ke Pemangkat pukul 13.00 WIB. Kadang lebih cepat, kadang lambat kalau ada kendala. Dari Pemangkat pulang ke Sambas biasanya pukul 15.00. sampainya dekat maghrib bahkan malam,” katanya.

Penghasilan Alwi berjualan es krim tak tentu, mulai dari Rp50 ribu, sampai Rp150 ribu paling banyak sehari. Karena setiap hari berjemur di jalanan. Alwi pernah jatuh sakit.

“Saya pernah sakit tifus. Cuma dokter bilang belum terlalu parah. Pernah saya setelah makan obat, tidur dari pukul 12 siang sampai besok paginya baru bangun. Sekarang alhamdulillah diberi kesehatan oleh Allah SWT,” katanya.

Sementara, Suji Erlianti, warga Pemangkat dalam postingan media sosialnya merasa salut dengan cara Alwi mencari rejeki. Menurutnya, Alwi adalah sosok anak yang jarang ditemui di masa sekarang ini.

“Saat Alwi melintas di Badak Putih Pemangkat. Saya sempat tanya dari mana karena baru pernah melihatnya. Dia bilang dari Sambas. Terkejut saya mendengarnya,” ucapnya.

Suji yang penasaran kembali bertanya Alwi tinggal di mana. Kepadanya bocah polos itu mengaku asli warga Desa Lumbang, Kecamatan Sambas.

“Terharu saya. Dia kemana-mana jualan es krim dua ribu. Mudah-mudahan dia selalu sehat dan murah rejeki. Bagi yang bertemu Alwi belilah es krim nya cuma dua ribu saja,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: