Sutarmidji Sebut IPM Kayong Utara Terendah, Citra Duani: Ini Tanggung Jawab Bersama

  • Bagikan
Bupati Kayong Utara, Citra Duani.

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Bupati Kayong Utara Citra Duani angkat bicara terkait pernyataan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji yang menyatakan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kayong Utara terendah di Kalimantan Barat dengan presentasi IPM 62,68 persen dan Bupati Kayong Utara diminta tidak hanya diam dan berupaya.

Menurut Bupati Citra, rendahnya IPM di Kabupaten Kayong Utara dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Kalbar berdasarkan data BPS tahun 2020 di angka 62,68 persen, dari segi pembagian kewenangan merupakan tanggung jawab bersama antara kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat.

“Selain itu ada beberapa sektor yang menjadi pengaruh dalam peningkatan IPM, diantaranya sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pengukuran IPM ini berdasar standar UNDP yg menggunakan tiga dimensi dasar yaitu lamanya hidup, pengetahuan dan standar hidup yang layak,” kata Citra Duani, Rabu (15/9/2021).

Citra Duani merasa pernyataan Gubenur Kalbar tersebut terkesan menyudutkan dirinya, dan tidak elok diucapkan oleh orang nomor satu di Kalbar, terlebih pernyataan tersebut terkesan mengolok dan dipublikasikan melalui media.

“Persoalan IPM ini dapat dibicarakan melalui forum rapat, sehingga dapat bersama- sama mencarikan solusi terbaik. Saya selaku kepala daerah dikatakan tidak serius dan IPM Kayong terendah masih bisa tertawa. Pernyataan ini sangat disayangkan apalagi diungkapkan oleh orang nomor satu di Kalbar bahkan sampai diberitakan melalui media. Jika mengingatkan, mengoreksi kinerja kepala daerah, janganlah ekstrim dan provokatif. Masih banyak cara lain yg lebih bijak dan santun, diundang saja melalui rapat koordinasi untuk membahas beberapa persoalan daerah dan sama-sama dicarikan solusinya,” papar Citra Citra.

Bupati Citra menambahkan, menaikkan IPM secara signifikan bukan persoalan mudah l, seperti membalikkan telapak tangan. Sejak dilantik menjadi Bupati Kayong Utara bersama wakilnya Effendi Ahmad, peningkatan IPM di Kayong Utara mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut seharusnya menjadi nilai plus bagi kepemimpinannya yang baru saja berjalan 2 tahun lebih ini.

“Untuk menaikkan IPM yang signifikan bukan bisa simsalabim, seperti membalikkan telapak tangan. Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara 19 September 2018 lalu, kami selalu serius dan konsisten dalam melaksanakan program pembangunan sesuai degan visi misi. Alhamdulillah, sesuai data statistik IPM kita sejak tahun 2018 hingga 2020 kendatipun tidak meningkat signifikan tapi terus mengalami kenaikan. Tahun 2018 IPM kita diangka 61,82 persen, 2019 naik menjadi 62,66 persen. Tahun 2020 meningkat lagi menjadi 62,68 persen,” katanya.

Citra menjelaskan, selain sektor pendidikan dan kesehatan, kenaikan IPM juga sangat dipengaruhi oleh sektor pembangunan di bidang ekonomi, seperti ketersediaan infrastruktur dasar yang memadai, meliputi jalan dan jembatan, listrik, air bersih, sarana komunikasi, sarana transportasi darat, laut dan udara, ketersediaan kesempatan kerja, daya beli masayarakat, pendapatan perkapita, pengendalian inflasi, sandang, pangan, perumahan dan lain sebagainya. (Fauzi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: