Tingkatkan IPM di Kayong Utara, Pemkab Lakukan Berbagai Upaya

  • Bagikan
Bupati Kayong Utara Citra Duani. (Inside Pontianak/Fauzi)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Bupati Kayong Utara Citra Duani mengatakan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara terus melakukan dan berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kayong Utara dari berbagai sektor.

“Di bidang pendidikan dan kesehatan kita sudah melakukan langkah-langkah untuk terus menaikkan IPM, salah satunya adalah melanjutkan program pendidikan dan kesehatan gratis yang telah dicanangkan oleh pemerintah sebelumnya antara lain, membantu sarana penunjang pendidikan bagi siswa SD dan SMP, melaksanakan kejar paket A, B dan C, melakukan bimbingan kepada ibu-ibu yang belum bisa baca tulis, meningkatkan kapasitas para guru, pengadaan guru honorer, penempat guru-guru SD dan SMP di daerah terpencil,” kata Citra Duani, Rabu (14/9/2021).

Tidak hanya itu, di tahun 2021 ini untuk membantu kekurangan tenaga guru di daerah terpencil, Pemkab Kayong Utara bekerjasama dengan Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, sehingga mendapatkan delapan orang guru sukarelawan.

Sedangkan untuk menambah jumlah lamanya sekolah dan menciptakan lapangan kerja, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara sendiri, diakui Citra Duani, Pemkab Kayong Utara juga memberikan beasiswa bagi pelajar ke beberapa perguruan tinggi, dengan prodi yang sesuai dan siap diterima pasar kerja, diantaranya Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) D3 dan D4 ikatan dinas tanpa tes CPNS dan langsung di tempatkan Dinas Perhubungan KKU selama 5 tahun formasi sebanyak 15 orang.

Di sisi lain Pemkab Kayong Utara telah menyediakan tanah hibah untuk pembangunan gedung sekolah SMA/SMK sederajat di empat lokasi, yaitu dua lokasi di Kecamatan Kepulauan Karimata, satu lokasi di Kecamatan Simpang Hilir, dan satu lokasi di Kecamatan Sukadana.

Namun sangat disayangkannya usulan pembangunan gedung baru SMA/SMK tersebut ke Pemprov Kalbar setiap tahun, sejak tahun 2018, hingga kini belum pernah disetujui. Sehingga berdampak kepada banyaknya anak-anak khususnya di daerah Kepulauan Karimata terpaksa putus sekolah, dikarenakan keterbatasan kemampuan orang tua untuk melanjutkan sekolah bagi putra putrinya ke ibu kota kabupaten, atau kecamatan lainnya.

“Di samping sulit dan mahalnya biaya transportasi, juga jarak tempuh yang begitu jauh mengarungi laut lepas (Selat Karimata) hingga mencapai paling kurang 85 mil atau ditempuh selama 10 sampai dengan 12 jam dari Desa Padang dan pulau-pulau sekitarnya ke Sukadana. Bahkan di pulau serutu jika musim selatan tiba bisa mencapai 4 bulan penduduknya kosong sementara mengungsikan dirinya ke daerah lain termasuk ke Bangka Belitung,” Terang Citra

Citra menambahkan semejak dirinya menjabat sebagai bupati, belum satu pun pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar mengunjungi Kepulauan Karimata, padahal kewenangan SMA/SMK menjadi kewenangan Provinsi.

“Berdasarkan laporan Sekretaris Dinas Pendidikan KKU, untuk jenjang pendidikan SD dan SMP selama tiga tahun terakhir ini, Pemprov Kalbar tidak pernah memberikan bantuan fasilitas pendidikan dalam bentuk apapun di Kabupaten Kayong Utara. Kalau begini kenyataannya, wajar IPM KKU belum bisa meningkat secara signifikan,” ketusnya.

Bupati Citra melanjutkan, di bidang infrastruktur jalan dari 300,60 km panjang ruas jalan, sekitar 84,11 km dalam kondisi rusak berat, termasuk sebagian berada ruas jalan provinsi dari Siduk, Sukadana, Simpang Hilir, hingga Telok Batang sepanjang 80 km yang merupakan akses utama roda ekonomi masyarakat. Sedangkan untuk jalan dengan kondisi baik sepanjang 172,55 Km, rusak ringan 43,94 Km. Untuk jalan katagori beraspal hanya 160,79 km, beton 45,22 km, kerikil 19,09 km dan tanah 75,50 km.

“Kondisi jalan seperti ini salah satu penyebab lambannya pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kayong Utara. Sementara poros jalan pintas yang menghubungkan akses cepat dari pusat Ibukota Kabupaten Kayong Utara, Sukadana ke Ibukota Provinsi Kalbar Pontianak melalui simpang hilir, perawas, simpang dua sepajang sekitar 60 Km sebagian besar belum diaspal. Padahal janji Gubernur Kalbar tahun 2021 akan di aspal melaui bantuan hibah APBD Provinsi sebesar 100 milyar hingga kini belum terwujud. Hal inilah yang ditunggu Pemkab Kayong Utara dan masyarakat untuk percepatan pertumbuhan ekonomi, jika poros jalan ini segera terwujud, maka dari sukadana menuju pontianak waktu tempuh hanya sekitar lima jam,” jelasnya.

Pada bidang kesehatan, dijelaskan Citra Duani, secara bertahap, sejak tahun 2018 Pemkab Kayong Utara telah membangun sebanyak enam Puskesmas, satu paket Puskesmas beserta rumah tenaga medis dibangun di Desa Satai (tahun 2018) dan satu unit di Desa Dusun Besar, Pulau Maya (tahun 2019), Kecamatan Pulau Maya, satu unit di Desa Sungai Paduan (tahun 2018) dan satu unit di Desa Teluk Batang, di Kecamatan Teluk batang (tahun 2020), 1 paket Puskesmas beserta rumah dinas tenaga medis (tahun 2020) di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, yang dulu saat masih masuk Kabupaten Ketapang belum pernah dibangun.

“Alhamdulillah, tahun 2020 lalu sudah bediri megah. Tahun 2021 ini di bangun lagi satu unit, yaitu di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, dan Satu paket rumah dinas tenaga medis di Kecamatan Seponti,” tutur Citra.

Untuk pembangunan dan penambahan fasilitas kesehatan di rumah sakit type D Sultan Muhammad Jamaludin 1, setiap tahun terus dibangun antara lain tambahan ruang rawat inap, gedung ruang operasi. Dan tahun 2021 ini di bangun sekaligus empat gedung yaitu gedung ICU, Laboratorium, gedung bersalin, serta gedung CSSD sterilisasi alat.

“Di bidang pelayanan kesehatan, Alhamdulillah jumlah kepesertaan BPJS di Kayong Utara dua tahun berturut turut tertinggi di Kalbar mencapai 95 persen lebih. Kita juga menyediakan fasilitas angkutan ambulan speedboad gratis untuk wilayah kepulauan dan dan untuk pasien rujukan ke Pontianak dari Telok Batang menuju Rasau Jaya (PP), ditambah angkutan ambulans gratis dari Rasau Jaya ke rumah sakit rujukan dan didampingi dua orang tenaga medis untuk kelancaran pengurusan administrasi di rumah sakit dan pendamping keperawatan selama berada di pontianak, dan untuk penginapan bagi keluarga pasien, kita sediakan rumah singgah dengan fasilitas lengkap,” terang Citra.

Bupati Citra juga menjelaskan kendala yang di hadapi dalam peningkatan IPM ini ialah dari letak geografis Kayong Utara, dari jumlah luas wilayah sekitar 450.000 ha, 58 persen nya masuk kawasan taman nasional, hutan lindung dan cagar alam laut.

“Hanya 42 persen lahan yang bisa di gunakan untuk lahan produktif. Hal ini berimbas pada terbatasnya upaya peningkatan PAD dan di perparah dengan ditariknya kewenangan sektor kehutanan, perkebunan, pertambangan serta kelautan dan perikanan, dimana sebagian merupakan pemerintah pusat dan sebagian lagi pemerintah Provinsi Kalbar,” tutupnya. (Fauzi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: