banner 468x60 banner 468x60

TMMD ke-112 di Temajuk, Bupati Satono Minta Partisipasi Masyarakat

  • Bagikan
Bupati Satono
Bupati Sambas, Satono didampingi Dandim 1208 Sambas Letkol Infanteri Setyo Budiono dan Kapolres Sambas AKBP Laba Meliala saat pembukaan TMMD Imbangan ke-112 di Desa Temajuk, Paloh, Rabu (15/9/2021). (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Bupati Sambas, Satono membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke 112 Kodim 1208 Sambas Tahun 2021 di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Rabu 15 September 2021. Masyarakat diminta berpartisipasi aktif membantu para tentara melaksanakan program tersebut.

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam program TMMD di Desa Temajuk, berupa pembangunan jembatan di Dusun Mauludin, renovasi rumah ibadah dan berbagai macam program sosial juga akan dilakukan selama sebulan penuh.

Bupati Satono menjelaskan, TMMD merupakan kegiatan pembangunan yang dikerjakan secara gotong-royong. Oleh karenanya masyarakat setempat yang akan menikmati hasil dari pembangunan tersebut harus ikut berperan dalam kegiatan gotong-royong itu.

“Saya harap melalui TMMD ini, TNI bersama masyarakat bisa bersama-sama membangun wilayah perbatasan. Kepada masyarakat Temajuk, saya sampaikan bahwa TMMD adalah kegiatan gotong-royong, dikerjakan bersama-sama,” pesannya.

Karena itu, masyarakat harus memanfaatkan momentum ini. Berpartisipasi aktif membantu tentara mejalankan program pembangunan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Apalagi, dalam Alquran juga sudah disebutkan, tolong-menolonglah kamu dalam hak kebajikan dan taqwa,” ucapnya.

Bupati Satono menambahkan, berdasakan laporan dari Komandan Kodim 1208 Sambas, Letkol Infanteri Setyo Budiono, dalam kegiatan TMMD tersebut, akan dibangun jembatan sepanjang 133 meter.

“Panjang sekali itu. Jadi luar biasa sekali nilai gotong-royong yang terbangun dalam TMMD ini. Jaman dulu, kalau jalan dipenuhi rumput liar, kita gotong-royong, begitu juga dengan parit,” kenangnya.

Nilai gotong-royong sejatinya sudah ada sejak jaman dulu dilakukan. Gotong-royong telah menjadi identitas kekuatan bangsa. Sebab itu, nilai-nilai kebersamaan dan saling membantu harus terus terjaga. Momentum TMMD ini menjadi salah satu menumbuhkan kembali nilai-nilai gotong royong di masyarakat.

“Sekarng parit kotor dipenuhi rumput sedikit sudah ngajukan proposal ke Kadis PU. Tidak mau gotong-royong lagi seperti dulu, padahal nilai gotong-royong itu yang penting kita pertahankan,” ucap Bupati Satono.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: