banner 468x60 banner 468x60

Warga Desa Jeruju Besar, Belajar Ide Baru Kemas Produk dari Pangan Lokal

  • Bagikan
Antusiasme masyarakat Desa Jeruju Besar saat pelatihan pembuatan produk dari pangan lokal oleh Fakultas Pertanian Untan. Silvia
Antusiasme masyarakat Desa Jeruju Besar saat pelatihan pembuatan produk dari pangan lokal oleh Fakultas Pertanian Untan. Silvia

PONTIANAK, insidepontianak.com – Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura melakukan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di desa Jeruju Besar, Rabu (16/9/2021).

Program tersebut adalah bentuk pengaplikasian secara langsung kepada masyarakat terkait penelitian yang sudah tiga bulan dilakukan oleh tiga tim Mahasiswa.

Beberapa bentuk pelatihan, seperti pelatihan pembuatan Pekasam Ikan Air Tawar untuk terapi diare. Pelatihan pembuatan permen Jelly dari Daun Nipah untuk antiobesitas hingga pelatihan pembuatan permen coklat lunak untuk antidiabetes.

Menurut Dosen pembimbing PKM, Cico Jhon Karunia Simamora, mereka memilih Desa Jeruju Besar karena wilayahnya strategis dengan sumber daya alam yang tersedia di sana.

“Karena pesisir ikan banyak. Pekasam kan emang bahannya ikan. Kemudian Nipah itu banyak disini. Untuk Kakao sebagian daerah Kakap di Jeruju Besar ini memang banyak. Makanya, daerah ini paling cocok untuk penerapan hasil penelitian inovasi teknologi tepat guna,” ujarnya.

Pengabdian tersebut merupakan gebrakan baru bagi ibu rumah tangga agar bisa menerapkan inovasi. Mereka para ibu rumah tangga ini dilatih secara langsung. Mulai dari proses dan cara pembuatannya.

Manfaat penelitia dirasakan para ibu rumah tangga Desa Jeruju Besar. Umi Dahlia, ibu rumah tangga yang terlibat pelatihan mengaku memiliki ide baru dalam menambah penghasilan.

Mereka memiliki kegiatan tambahan yang tak hanya menambah ilmu tapi juga ekonomi keluarga. Apalagi, selama Pandemi.

Para ibu rumah tangga di Desa Jeruju Besar mengikuti pelatihan pembuatan produk dari pangan lokal oleh Fakultas Pertanian Untan. Silvia
Para ibu rumah tangga di Desa Jeruju Besar terlibat aktif mengikuti pelatihan pembuatan produk dari pangan lokal oleh Fakultas Pertanian Untan. Silvia

“Semoga nanti ibu-ibu yang tak punya kegiatan jadi punya kegiatan. Menambah penghasilan. Membantu pendapatan keluarga untuk ke depan. Setidaknya, bisa membantu perekonomian dapur,” ujarnya.

Umi mengakui, ia banyak belajar. Sebelumnya sudah ada sosialisasi yang sama terkait penambahan pendpaatan keluarga.

“Seperti usaha keripik, anyaman,” ujar Umi.

Sementara itu Sekretaris Desa Jeruju Besar, Agus Sarnudin, bersyukur adanya pelatihan Fakultas Pertanian, karena bisa menciptakan inovasi baru untuk memanfaatkan sumber daya alam yang sudah tersedia.

Penelitian ini sangat membantu desanya untuk lebih bisa berinovasi dari produk lokal yang ada di wilayahnya itu.

“Ikan sangat melimpah, dan pada saat panen raya tuh masyarakat bingung. Dijual murah tidak dijual bisa mati. Dengan adanya pelatihan seperti ini masyarakat akan mempunyai inovasi untuk membuat nilai jualnya makin meningkat,” paparnya.

Ia berharap, selain sosialisasi mengenai proses pembuatan produk, ke depan akan ada juga sosialisasi mengenai pemasaran.

“Semoga ada nanti pelatihan bagaimana caranya mereka meningkatkan nilai jual. Seperi pemasaran agar mudah diterima pasar. Kami terbuka menerima sosialisasi dari mana saja. Terutama hal itu yang kami butuhkan sekarang,” paparnya.

Diakui Agus, sebelumnya pernah ada sosialisasi, tapi masyarakat masih bingung bagaimana pemasaran produk tersebut.

“Apakah menjadi konsumsi pribadi atau bisa dijual. Banyak yang bingung. Itu mungkin masalah saat ini,” ujarnya. (Silvia)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: