banner 468x60 banner 468x60

Akademisi Untan, Sebut 5 Pilar Utama agar Tangguh Kelola Perbatasan Negara

  • Bagikan
Tangkapan layar Webinar HUT BNPP Tahun 2021. Akademisi Universitas Tanjungpura Dr. Elyta, Jumat (17/9/2021). Ist
Tangkapan layar Webinar HUT BNPP Tahun 2021. Akademisi Universitas Tanjungpura Dr. Elyta, Jumat (17/9/2021). Ist

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Akademisi Universitas Tanjungpura (Untan), Dr Elyta mengatakan, terdapat 5 pilar utama yang memiliki peranan penting dalam pembangunan Indonesia agar tumbuh dan tangguh, terutama dalam mengelola kawasan perbatasan.

Kata Elyta, kelima pilar tersebut dibentuk menjadi model manajemen perbatasan terintegrasi yang meliputi, pemerintah, masyarakat, akademisi, media dan bisnis.

“Kelima elemen tersebut sangat memegang peranan penting dalam pertumbuhan pembangunan di wilayah perbatasan,”ungkapnya, saat Webinar HUT BNPP, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskannya, kelima pilar tersebut harus saling bersinergi dalam menjalin komunikasi dan koordinasi ketika menjalankan tugas masing-masing.

Dirinya menilai, pertama elemen pemerintah sebagai political power untuk merancang kebijakan dan produk hukum atau aturan, dalam implementasinya.

Kedua elemen masyarakat sebagai social power untuk pemberdayaan pengelolaan SDA di wilayah perbatasan. Misalnya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan BUMdes.

Ketiga, pihak Akademisi sebagai knowledge power untuk mensosialisasikan pemahaman kepada pihak terkait atas program di wilayah perbatasan. Misalkan penelitian, KKM dan PKM.

Kemudian, keempat yaitu media, sebagai communication power untuk mempublikasikan dan mempromosikan objek unggulan dan program yang telah direncanakan.

Terakhir, kelima bisnis, sebagai economic power untuk pengelolaan manajemen dan investasi di wilayah perbatasan.

“Untuk mewujudkan wilayah perbatasan yang tumbuh dan berkembang kelima elemen ini patut untuk dikolaborasikan dengan maksimal,” ungkapnya.

Hal demikian juga termasuk pada wilayah perbatasan yang ada di, Kabupaten Sambas, perbatasan Indonesia Malaysia.

Dirinya menginginkan, sudah selayaknya daerah perbatasan dapat maju dan berkembang. Karena sebagai salah satu wajah Negara Indonesia dan memiliki manfaat dan dampak yang besar, bagi sektor ekonomi, budaya, politik dan sosial. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: