banner 468x60 banner 468x60

Bantu Tekan Stunting di Sambas, PLN Beri Pelatihan Kader Posyandu

  • Bagikan
Pelatihan Kader Posyandu PLN Peduli
Pelatihan kader posyandu di Puskesmas Sekura, Sambas, Jumat (17/9/2021). Kegiatan itu diinisasi PLN. Tujuannya membantu Pemerintah Kabupaten Sambas menekan stunting. (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – PLN melalui program PLN Peduli bekerja sama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Daerah Kalimantan Barat, gelar pelatihan kader posyandu di Puskesmas Sekura, Sambas, Jumat (17/9/2021).

Kegiatan bertajuk “Senyum Pelita Hati Sambas” itu, merupakan upaya PLN bantu Pemerintah Kabupaten Sambas menekan kasus stunting pada anak.

Pelatihan kader posyandu itu juga dirangkai dengan pemberian bantuan paket makanan bergizi. Diserahkan langsung oleh Supervisor Pelayanan Pelanggan dan Administrasi PLN ULP Sekura, Rizhal Adhe Nugroho, secara simbolis.

Manager PLN UP3 Singkawang, Achmad Meidiansyah, menyampaikan, penyuluhan Senyum Hati Pelita Sambas, yang digelar pihaknya, merupakan program PLN Peduli di sektor kesehatan. Kegiatan itu, secara khusus bertujuan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Sambas.

Program ini dilaksanakan selama dua hari di Puskesmas Sekura dan Puskesmas Selakau Timur. Masing-masing diikuti oleh 20 Kader Posyandu setempat.

“Selain itu, juga diberikan tenda konseling dan konselit kit untuk para kader,” tutur Meidi.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian TU Puskesmas Sekura, Iwan Kurniansyah, menyampaikan, program tersebut sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan untuk mensosialisasikan empat item standar emas pemberian makan bayi dan anak.

Yaitu, inisiasi menyusu dini, ASI eksklusif, MPASI rumahan dan lokal, serta melanjutkan ASI hingga dua tahun.

“Kami sangat berterimakasih kepada PLN atas bantuan yang telah diberikan. Kami berharap kegiatan ini akan berdampak baik pada penurunan angka stunting. Semoga kita dapat terus bekerjasama di waktu yang akan datang,” imbuh Iwan.

Hal senada juga diungkap Junaidi (32), Kader Posyandu Anggrek, Sekura. Baginya, pelatihan yang dilaksanakan PLN sangat bermanfaat dalam memberikan penyegaran terhadap para kader Posyandu.

Sehingga kembali mengingatkan betapa pentingnya menyebarkan informasi mengenai ASI dan MPASI kepada para ibu, dan membantu ibu untuk memberikan makanan bergizi yang sesuai kelompok usia pada anaknya.

“Kegiatan pelatihan berjalan dengan berbagai permainan dan praktek yang menyenangkan dan tidak membosankan. Sehingga sangat mudah diserap oleh para kader,” kata Junaidi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua AIMI Daerah Kalimantan Barat, Aditya Galih Mastika, mengapresiasi bantuan yang diberikan PLN.

Ia berharap program ini dapat membantu meningkatkan kemampuan konseling kader untuk menyelesaikan berbagai masalah menyusui, hingga pemberian makan bergizi, yang pada akhirnya berdampak pada angka penurunan stunting di kedua wilayah tersebut.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: