banner 468x60 banner 468x60

Erlina Buka Rakor Penataan Tata Kelola Pelaksanaan Pencatatan Sipil Skala Provinsi

  • Bagikan
RAKOR - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Barat melalui Bidang Fasilitasi Pencatatan Sipil melaksanakan Kegiatan Penataan Tata Kelola Pelaksanaan Pencatatan Sipil Skala Provinsi, Kamis (16/9/2021). (MC Mempawah)

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Barat melalui Bidang Fasilitasi Pencatatan Sipil melaksanakan Kegiatan Penataan Tata Kelola Pelaksanaan Pencatatan Sipil Skala Provinsi yang bertemakan ‘Dengan Sinergitas Antar Instansi/Lembaga Kita Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Melaporkan Setiap Peristiwa Kelahiran Penduduk’ di Wisata Nusantara, Kamis (16/9/2021).

Kegiatan yang dibuka Bupati Mempawah, Erlina ini bertujuan untuk membangun sinergi antar Instansi/lembaga, dalam rangka pencapaian target nasional cakupan kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 Tahun di Kabupaten Mempawah, dan membangun kesadaran masyarakat akan kewajiban melaporkan setiap peristiwa penting yang dialami serta pelaksanaan fungsi koordinasi, dan fasilitasi Pemerintah Provinsi terhadap penyelenggaraan pelayanan Pencatatan Sipil di daerah guna mendorong dan mendukung peningkatan kinerja lembaga.

Turut hadir Kepala Disdukcapil Provinsi Kalbar, Yohanes Budiman, PLN UIW Provinsi Kalbar, Kepala Dinkes PP-KB Mempawah, Jamiril, Kepala Disdukcapil mempawah, Malik, para Camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Akta kelahiran sebagai salah satu output pelayanan dibidang pencatatan sipil, merupakan wujud perlindungan dan pengakuan negara terhadap penentuan status pribadi, dan status hukum dari setiap peristiwa kelahiran yang dialami penduduk.

Bupati Erlina, mengatakan penting bagi aparatur yang memberikan pelayanan di bidang pencatatan sipil untuk memahami dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Akta kelahiran adalah salah satu produk pencacatan sipil yang mempunyai kekuatan hukum untuk menunjukan status sipil seorang warga negara, serta salah satu bentuk perlindungan Negara terhadap anak,” jelasnya.

Berdasarkan laporan cakupan kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun per 31 Agustus 2021, ungkap Erlina, tingkat cakupan kepemilikan akta kelahiran yang dicapai Kabupaten Mempawah sekitar 80,42 persen atau 79.921 jiwa, hal tersebut masih jauh dari target nasional yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu sebesar 95%.

“Saya berharap seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Mempawah berkomitmen penuh dalam mengejar ketertinggalan ini, serta bekerja maksimal untuk menyusun rumusan kesepakatan, meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi dalam pelayanan penerbitan akta kelahiran, dan mengevaluasi hasil pelayanan yang dilakukan selama tahun 2020,” ujarnya.

Melalui Rakor ini, Bupati Erlina juga mengimbau untuk terus berkarya dan menciptakan inovasi-inovasi terbaru dalam meningkatkan pelayanan, dengan membangun sinergitas antar lembaga atau instansi terkait, Camat, Kepala Desa, maupun tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Lakukan jemput bola ke sekolah-sekolah, PAUD, RSUD, dan Puskesmas. Libatkan RT/RW, Desa/Kelurahan dan Camat agar melakukan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat luas, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya Akta Kelahiran,” pungkasnya. (Ril)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: