banner 468x60 banner 468x60

Kluster Covid-19 Kampus ISB, Wakil Rektor: Para Mahasiswa Sudah Mulai Membaik

  • Bagikan
Herlina, Wakil Rektor Institut Shanti Buana Bengkayang. Baruna
Herlina, Wakil Rektor Institut Shanti Buana Bengkayang. Baruna

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Pertanggal 11 September 2021, Kabupaten Bengkayang bertambah 141 jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Tambahan kasus tersebut berasal 95 % berasal dari kampus Institut Santi Buana (ISB) yang terdapat kluster kampus penyebaran Covid-19.

Herlina, Wakil Rektor Institut Shanti Buana Bengkayang mengatakan, saat ini para mahasiswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, telah melakukan isolasi dan karantina di kampus.

Isolasi dan karantina yang dilakukan tersebut, katanya sudah berada pada akhir masa isolasi.

“Pada hari Minggu akhir pekan, para mahasiswa sudah berakhir masa isolasi. Sebab, sudah menunjukkan hasil yang membaik,” katanya saat diwawancarai di Kampus ISB, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskan Herlina, kondisi terkini di Kampus ISB terbilang lenggang, dan aktivitas di Kampus terlihat sepi. Sebab, sebagian besar mahasiswa masih melakukan karantina bagi yang non reaktif, saat memasuki kampus.

“Dan isolasi bagi yang reaktif,” ucapnya.

Dirinya menegaskan, pihak Kampus ISB selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dalam lingkungan kampus.

Dari hasil pantauan terkini, sebagian besar mahasiswa yang terpapar yang sedang isolasi memiliki level virus yang rendah.

Sedangkan, level virus tinggi hasil PCR terakhir menunjukkan hanya 12 orang saja. Drai 12 orang tersebut, kini sudah mulai membaik dan tidak ada gejala.

“Mengenai kluster penyebaran yang terjadi kemarin, sebenarnya sudah ditangani dengan baik. Hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang baik bagi mahasiswa yang terpapar,” ungkapnya.

Lanjut diterangkannya, selama karantina dan isolasi para mahasiswa tetap menjalankan tugasnya masing-masing. Seperti mengikuti kelas online dan tugas online yang diberikan.

“Tak ada bedanya dengan mahasiswa yang sehat. Hanya tempat isolasi yang membedakan,” katanya lagi.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada bahaya Covid-19. Namun, katanya tak perlu panik yang berlebihan.

Pasalnya, dengan semangat dan optimisme dalam diri, akan membantu menaikan imun serta daya tahan tubuh bertambah. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: