banner 468x60 banner 468x60

Resmikan BBM Satu Harga, Bupati Darwis : Dukung Investasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

  • Bagikan
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis meresmikan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di SPBU Kecamatan Monterado, Desa Jahandung, Kabupaten Bengkayang. Ist
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis meresmikan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di SPBU Kecamatan Monterado, Desa Jahandung, Kabupaten Bengkayang. Ist

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menghadiri peresmian BBM satu harga bersama Kementerian ESDM secara virtual, di SPBU Kecamatan Monterado, Desa Jahandung, pada Kamis, (16/9/2021).

Diketahui, peresmian penyaluran BBM satu harga yang dilakukan oleh Menteri ESDM diresmikan secara terpusat pada SPBU di Kecamatan Batukkuang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Sekaligus juga melakukan peresmian untuk 17 pemyakut BBM satu harga yang berada di 9 Provinsi. Termasuk juga SPBU di Desa Jahandung, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang.

Bupati Darwis, mengatakan dengan adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan satu harga. Hal ini dapat mendukung peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Sekaligus bisa menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Program ini merupakan program pemerintah dengan tujuan supaya adanya pemerataan energi, dan penerapan energi berkeadilan,”pungkas Bupati Darwis.

Kata Darwis, peresmian ini pula dilakukan dengan harapan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di Kecamatan Monterado, khususnya dalam hal pemenuhan akan ketersediaan BBM.

“Semoga realisasinya dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan kita bersama,”imbuhnya.

Sementara itu, selaku BPH Mig Provinsi Kalbar mengungkapkan, barang yang dijual pada SPBU Red adalah yang bersubsidi oleh pemerintah. Tentunya harus tepat sasaran.

“Tak hanya pihak Pertamina saja. Melainkan semua masyarakat berhak dalam pengawasan,”tuturnya.

Dirinya juga mengimbau, apabila ada penyimpangan dan hal yang mencurigakan. Dirinya meminta kepada masyarakat untuk mengadukan hal tersebut kepada Pertamina dengan kontak center 135. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: