banner 468x60 banner 468x60

Surat Dalam Botol Berusia 37 Tahun Ditemukan di Pantai Hawai

  • Bagikan
Ilustrasi surat dalam botol. (Shutterstocks)
Ilustrasi surat dalam botol. (Suara.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pesan nostalgia tak hanya bisa didapati dari surat-surat lama atau benda kenangan yang masih tersimpan. Sekitar tahun 80an, surat menjadi sarana efektif untuk menulis hal apapun, baik pesan cinta hingga informasi penting lain.

Nah, bagaimana jika pesan dikirim melalui jalur tak biasa alias botol di laut?

Tidak hanya ada dalam adegan film, sebuah surat dalam botol yang berasal dari 37 tahun silam ditemukan terdampar di Hawaii, setelah terombang ambing di lautan sejauh 3.700 mil.

Botol berisi pesan ini, diketahui berasal dari Jepang pada 1984 silam bersama 750 botol lainnya, yang dilepaskan di perairan Pulau Miyakejima, sebuah pulau dekat Tokyo.

Botol itu ditemukan Abbie Graham, anak berusia 9 tahun di pantai Hawaii Paradise Park. Dalam botol itu berisi daftar kontak dengan informasi yang ditulis dalam berbagai bahasa, termasuk Jepang dan Inggris.

Surat di dalam botol menjelaskan asal usul botol tersebut, dan meminta siapapun yang menemukannya untuk menghubungi SMA Choshi, yang terletak di prefektur Chiba, Jepang Timur.

Graham akhirnya mengirim kembali surat tersebut dan mengembalikannya ke SMA Choshi, bersama potret dirinya bersama saudara perempuannya yang sedang memakan sushi.

“Aku penasaran ingin pergi mencari botol yang lain,” ungkap Graham, menurut Insider, dikutip Suara.com, Jumat (17/9/2021).

Menurut surat kabar yang diterbitkan di Jepang, pesan dalam botol itu berisi dari bagian eksperimen sains, guna mempelajari arus laut yang dilakukan siswa SMA Choshi.

Berita tersebut juga menyebutkan sebanyak 750 botol dilepaskan di perairan pulau Miyakejima. Sebanyak 50 botol telah ditemukan selama bertahun-tahun silam di prefektur Jepang Okinawa, Akita,dan Kyoto.

Bahkan beberapa juga ditemukan di pantai FIlipina, China dan sepanjang pantai barat Amerika. Namun yang terakhir ditemukan pada 2002 silam ditemukan di pulau Kikaijima, Jepang Selatan.

“Kami pikir yang ditemukan di Kikaijima adalah yang terakhir. Kami tidak pernah membayangkan botol lain akan ditemukan 37 tahun kemudian,” ungkap Jun Hayashi, Wakil Kepala Sekolah SMA Choshi.

Penemuan ini akhirnya sampai di telinga para alumni klub sains SMA Choshi yang melakukan eksperimen tersebut nyaris 4 dekade silam.

Ditemukannya kembali botol itu, membuat ingatan para alumni terlempar ke masa-masa kehidupan SMA silam alias jadi bernostalgia.

“Saya terkejut, itu menghidupkan kembali kenangan dan bernostalgia masa SMA saya,” ujar Mayumi Kanda yang kini berusia 54 tahun, dan merupakan anggota klub sains 1984 SMA Choshi.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: