banner 468x60 banner 468x60

Wabup Fahrur Rofi: Dengan Bertani Anak Muda Bisa Jadi Bos di Negeri Sendiri

  • Bagikan
Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi
Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi melihat hasil panen kebun holtikultura milik petani di Desa Sungai Palah, Kecamatan Galing, Sabtu (19/7/2021). (Yak/insidepontianak.com)

SAMBAS, insidepontianak.com – Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi mengatakan, dengan bertani, anak muda bisa jadi bos di negeri sendiri. Tidak perlu pusing memikirkan lapangan pekerjaan, asal ada lahan, mulailah menanam dan belajar bagaimana caranya tanaman tersebut bisa menghasilkan uang.

Hal itu dia sampaikan dalam kunjungan kerja ke Desa Sungai Palah dan Desa Sagu, Kecamatan Galing, dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi petani holtikultura dan panen semangka, Sabtu (18/9/2021).

Salah satu lokasi yang dikunjungi orang nomor dua di Sambas itu adalah kebun milik Ebtani, seorang petani holtikultura yang menanam berbagai jenis sayuran seperti gambas, terung, cabai dan kacang buncis.

Fahrur Rofi kagum dengan Ebtani. Pasalnya, Ebtani merupakan seorang sarjana pertanian dari kampus ternama di Jawa Timur. Dia berhasil menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah, mengembangkan berbagai tanaman holtikultura. Dari bertanam sayuran, dia dapat menghasilkan omset belasan juta rupiah perbulan.

Seharusnya kata Fahrur Rofi, generasi muda di Sambas bisa mencontoh apa yang dilakukan petani dari Sungai Palah tersebut.

“Untuk anak muda di Sambas, janganlah berpangku tangan, jangan orientasi bekerja hanya di kantoran. Jangan lagi orientasi bekerja di negeri seberang. Kita punya lahan pertanian yang luas,” katanya.

“Dari bertani holtikultura, saudara Ebtani bisa menghasilkan pendapatan  dan omzet yang lumayan besar, ini bukti bahwa dengan bertani kita bisa menjadi bos di negeri sendiri,” sambungnya.

Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi
Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi saat meninjau kebun holtikultura milik petani di Desa Sungai Palah, Kecamatan Galing, Sabtu (19/7/2021). (Yak/insidepontianak.com)

Lebih jauh, Fahrur Rofi mengatakan apa yang dilakukan oleh Ebtani sebagai petani milenial yang tergabung dalam organisasi Petani Muda Berkemajuan (PMN) adalah contoh nyata bahwa anak muda Sambas saat ini sedang bersemangat untuk bertani.

Menurut Fahrur Rofi, sektor hulu dan hilir pertanian di Kabupaten Sambas harus di singkronkan. Sehingga peluang pasar terbuka lebar bagi masyarakat yang sudah bersemangat untuk memacu produksi pertanian mereka, melalui perantara pemerintah.

“Harus ada kepastikan pasar bagi komoditi pertanian yang ditanam pentani, sehingga sektor pertanian di Sambas akan terus berkembang dan berkelanjutan,” ucapnya.

Kemudian kata Fahrur Rofi, semua komoditi di Desa Sungai Palah dan Desa Sagu, punya potensi bagus untuk dibudidayakan. Dia ingin, ketika masyarakat semangat membangun sektor pertanian, pemerintah daerah juga harus bersemangat untuk mendukungnya.

Salah satu yang menjadi faktor penghambat sektor pertanian di Desa Sungai Palah dan Desa Sagu adalah minimnya infrastruktur. Bagi petani semangka di Desa Sagu misalnya, mereka kesulitan mendistribusikan hasil pertanian mereka ke luar wilayah karena tidak ada jembatan penghubung antara Desa Sungai Palah dan Desa Sagu.

Rofi mengatakan, aspirasi masyarakat Desa Sagu sudah dia dengarkan semuanya, dia berjanji akan menindaklanjuti semua itu, namun dia menggarisbawahi, semua itu tidak instan, perlu proses dan mekanisme yang harus dilalui, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Ini akan jadi catatan penting kita, bahwa masih banyak infrastruktur yang harus dibenahi khususnya di Kecamatan Galing,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: