banner 468x60 banner 468x60

Gelar Lokakarya, USAID Ingin Beri Pemahaman Soal Program Madani

  • Bagikan
USAID
USAID Indonesia. (Net)

PONTIANAK, insidepontianak.com – USAID Indonesia gelar pertemuan lokakarya koordinasi tingkat provinsi, di Mercure Hotel, Pontianak, Kalbar, Rabu (22/9/2021). Koordinator Pelaksana Direct Supervisor USAID Madani Provinsi Kalimantan Barat, Serlyeti Pulu menyebut, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pihak di tingkat Provinsi Kalimantan Barat terhadap visi, misi, pendekatan dan rencana kerja Madani periode 2021/2022.

Selanjutnya, Lokakarya itu juga bertujuan meningkatnya komitmen para pihak di tingkat provinsi dalam mendukung implementasi program dan perluasan program di kabupaten/kota sebagai mitra USAID Madani.

Kemudian, meningkatkan pemahaman terhadap hasil capaian, indikasi praktek dan tantangan pelaksanaan kegiatan Madani di kabupaten/kota di Kalimantan Barat, serta meningkatkan koordinasi, sinkronisasi kerja, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan USAID Madani di tingkat Provinsi.

Serlyeti menegaskan, sejatinya USAID telah bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai Executing Agency, dalam berbagai program penguatan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS).

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama melalui Assistance Agreement Nomor: 497-AA-030, untuk program penguatan OMS di Indonesia. Agar dapat mempercepat pembangunan di daerah.

Program USAID Madani juga telah diimplementasikan oleh Family Health International (FHI) 360, di enam Provinsi. Salah satunya di Kalimantan Barat.

Di wilayah kerja Provinsi Kalbar, program USAID Madani sudah berkegiatan bersama para pemangku kepentingan lokal selama dua belas bulan di empat kabupaten/kota. Yaitu, Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sintang.

“Setelah mitra utama (lead partner) terpilih di setiap daerah mitra kerja Madani, sejumlah kegiatan penguatan kapasitas organisasi untuk mitra utama telah dilaksanakan dan berjalan efektif,” kata Serlyeti.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di antaranya adalah pengenalan program Madani atau induction training, pelatihan manajemen dasar atau basic training, serta pendampingan teknis terkait isu akuntabiltas, keberagaman sosial dan anti korupsi.

“Semua mitra utama juga telah melakukan penilaian diri, menggunakan pengukuran Indeks Kinerja Organisasi (IKO) dan Menyusun Rencana Kerja Peningkatan Kapasitas Organisasi (RKPKO),” ucapnya.

Sementara, kegiatan lainnya adalah pembentukan simpul belajar sebagai wadah jejaring stakeholder untuk belajar bersama, berdiskusi dalam pengembangan organisasi, berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta merencanakan kegiatan bersama mendukung percepatan pembangunan di daerah.

“Demikian pula di empat kabupaten/kota telah terumuskan rencana aksi penguatan forum dan rencana aksi tematik terkait isu transparansi dana desa, pelayan publik di tingkat unit layanan dan pengelolaan sumber daya alam,” jelasnya.

Serlyeti mengklaim, hasil pendampingan USIDE di empat kabupaten/kota itu, selama kurun waktu 2020-2021, terdapat perubahan besar yang terjadi. Perubahan-perubahan tersebut antara lain, Pemda mitra semakin membuka diri berdialog dengan Civil Society Organization (CSO) untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan pembangunan daerah. Terutama terkait dengan isu tematik. Selanjutnya, Pemda mitra makin menguatkan dukungan mendukung tata kelola kolaborasi dengan CSO dan stakeholders strategis lainnya. Termasuk menguatnya komitmen kesbangpol dalam melakukan update data CSO.

Sementara, untuk meningkatkan kualitas kerja kolaboratif, Pemda mitra juga sedang memproses Surat Keputusan (SK) Tim Teknis/Koordinasi Program Madani. Di mana, dari empat daerah kerja program Madani, satu daerah, yaitu Pemerintah Kota Singkawang telah menerbitkan SK Tim Teknis dan daerah lainnya diperkirakan bulan Agustus atau September akan menyusul.

Adapun hasil implementasi isu tematik di masing-masing daerah mitra yaitu, terpetakannya potensi dan adanya komitmen sektor swasta dalam mendukung kolaborasi pembangunan dengan OMS khususnya terkait isu tematik.

Program USAID Madani dalam menjalankan programnya meyakini bahwa, OMS memiliki peran penting dan strategis sebagai salah satu pilar demokrasi dan aktor pembangunan, selain unsur pemerintah dan dunia usaha.

Peran penting OMS di daerah adalah, menjadi representasi bagi kelompok masyarakat dalam menyuarakan kepentingan dan prioritas kebutuhannya, serta menjadi bagian dalam membangun tata kelola pemerintahan yang kolaboratif di daerah.

Hal ini akan mendorong dinamika pembangunan di daerah lebih sehat serta demokratis menuju terwujudnya collaborative governance, yang pada akhirnya akan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, akuntabel dan toleran.

Di masa pandemi Covid 19 yang telah berlangsung hingga saat ini, menjadi kendala agenda koordinasi dan sinkronisai program dengan berbagai pihak belum berjalan baik, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Sebagai upaya mencapai hasil yang maksimal dalam pengelolaan program diperlukan adanya dukungan dan koordinasi serta peningkatan kerjasama dari tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Perkembangan dan kemajuan kegiatan di empat kabupaten/kota, serta tantangan pelaksanaan Program USAID Madani beserta berbagai perubahan positif, dipandang perlu untuk disampaikan secara langsung kepada para pihak terkait di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Oleh karena itu, seiring dengan meningkatnya kesadaran penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di berbagai wilayah di Kalimantan Barat, maka Tim Program USAID Madani memandang perlu untuk berinisiatif melakukan rapat koordinasi antar pihak yang terlibat dalam Program USAID-Madani tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: