banner 468x60 banner 468x60

Aktivis Masyarakat Adat Harapkan Pemda Support UMKM Perbatasan

  • Bagikan
Kerajinan bidai
Kerajinan Bidai. Ist

BENGKAYANG, Insidepontianak.com – Biro Organisasi Kaderisasi Keanggotaan dan Staff Pemetaan (OKKSP) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Suparjo mengharapkan pemerintah daerah mensupport pelaku usaha UMKM masyarakat perbatasan.

Pasalnya, hasil karya produk masyarakat perbatasan terbilang beragam dan unik di pasarkan.

Pemuda yang dikerap disapa Jojo tersebut menyampaikan, masyarakat perbatasan khususnya di Kecamatan Jagoi Babang mempunyai kerajinan tangan khas masyarakat dayak Kabupaten Bengkayang. Terutama yang memiliki nilai seni dan budaya yang menarik di pasarkan. Misalnya Bidai, Takin, dan lain sebagainya.

Namun, hasil karya masyarakat tersebut sampai saat ini kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah dan terbilang kurang terfasilitasi.

“Sangat disayangkan, potensi yang ada kurang perhatian dari pihak terkait. Sehingga potensi kurang termaksimalkan,” ungkapnya, Selasa (21/9/2021).

Dikatakannya, dari pantauannya sendiri, untuk bahan baku utama pembuatan Bidai tersebut, semakin hari semakin menipis dan berkurang pasokan. Yaitu bahan baku rotan dan kayu tuhup. Akibat banyaknya lahan perkebunan di Kabupaten Bengkayang.

Jojo menginginkan, masyarakat perbatasan bisa menjual hasil karyanya dengan mudah, dan menjadi UMKM unggulan khas masyarakat perbatasan.

Diharapkannya pemda dan pihak terkait menfasilitasi wadah untuk hasil-hasil karya masyarakat perbatasan dan memperhatikan bahan baku utama, agar dapat wadah serta tersalurkan dengan baik.

Terlebih, kata dia. Rencana PLBN Jagoi Babang akan segera dilaunching tahun depan. Potensi UMKM dan produk lokal masyarakat perbatasan apabila di akomodir dengan baik, akan menjadi nilai jual pada negara tetangga dan masyarakat mancanegara lainnya. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: