banner 468x60 banner 468x60

Desa Sungai Ayak Dua Jadi Pelopor Penanganan Sampah di Sekadau

  • Bagikan
MELUNCURKAN - Wakil Bupati Sekadau Subandrio meluncurkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah berlokasi di Dusun Simpi, Desa Sungai Ayak Dua, Selasa (21/9/2021). (Istimewa)

SEKADAU, insidepontianak.com – Wakil Bupati Sekadau Subandrio meluncurkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah berlokasi di Dusun Simpi, Desa Sungai Ayak Dua, Selasa (21/9/2021).

Subandrio mengapresiasi Desa Sungai Ayak Dua yang menjadi pelopor sekaligus memberi terobosan inovasi penanganan sampah dari 87 desa yang ada di Kabupaten Sekadau.

“Ini satu dari 87 desa di Kabupaten Sekadau telah bergerak cepat membuat terobosan dan inovasi dalam urusan pemerintahan desa yaitu dapat membuat tempat pembuangan akhir sampah,” kata Subandrio.

Lingkungan hidup menjadi catatan penting pemerintah daerah dalam rangka menumbuhkan keselarasan pembangunan. Pertumbuhan sumber daya manusia yang handal, peningkatan ekonomi masyarakat perlu disertai terciptanya lingkungan yang bersih dan asri.

TPA ini dibangun secara swadaya oleh pemerintah desa Sungai Ayak Dua. Dimana lahan telah disediakan melalui hibah masyarakat. Selanjutanya perhatian pemerintah daerah tetap dibutuhkan untuk melengkapi sarana dan prasarana. Diantaranya fasilitas tempat pembuangan sampah sementara dan kendaraan pengangkut sampah.

“Tahun depan untuk pengadaan kendaraan  Dinas Lingkungan Hidup dari APBN maupun APBD maka Desa Sungai Ayak Dua ini kita prioritaskan untuk mendapatkan bantuan tersebut”, kata Subandrio.

Pada kesempatan yang berbeda Subandrio menyempatkan diri untuk memantau pelaksanaan perekaman E-KTP dan KIA yang dilaksanakan dikantor kecamatan Belitang Hilir.

“Dokumen kependudukan menjadi sesuatu yang penting. Program jemput bola seperti ini adalah bentuk langkah pro aktif pemerintah khususnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan TPA ini diharapkan dapat menampung volume sampah diwilayah Sungai Ayak dan sekitarnya. Sebelumnya sebagian besar warga membuang sampah pada bantaran Sungai Kapuas. Selain itu pembangunan TPA ini sesuai dengan pemenuhan Indikator Indeks Desa Membangun (IDM) nomor 28 yaitu terdapat tempat pembuangan sampah.

“Sebelumnya masyarakat buang sampah di sungai Kapuas dan sungai Sepantak. Sekarang setelah ada TPA kita buang sampah disini,” ungkap Camat Belitang Hilir, Sekresno Benyamin.

Kehadiran TPA dalam rangka mengurangi dampak pencemaran lingkungan hidup. Dimana Sungai Ayak sendiri menghasilkan limbah sampah cukup besar dari aktivitas rumah tangga dan pasar.

Dampak membuang sampah sembarangan akan merusak pemandangan, mendatangkan bau yang tidak sedap, mendatangkan banjir level rendah sampai yang tinggi, mendatangkan berbagai penyakit dan dapat mencemari lingkungan. (Ril)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: