banner 468x60 banner 468x60

Moeldoko Sebut Wacana Pembubaran KASN Berbahaya

  • Bagikan
Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Suara.com)

JAKARTA, insidepontianak.com – Belakangan, muncul isu wacana pemubaran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dari Komisi II DPR. Wacana itu tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU-ASN).

Menanggapi wacana itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko tak setuju. Sebab, menurutnya, peran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) masih sangat dibutuhkan untuk fungsi pengawasan ASN menyaring manusia-manusia unggul dalam lingkup birokrasi di Indonesia.

Hal ini disampaikan Moeldoko saat menemui jajaran KASN di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (21/9/2021) untuk berdialog terkait isu rencana pembubaran KASN.

“Jika (KASN) dibubarkan, siapa yang akan yang menjaga talent scouting dan merit system? Menurut saya yang menjaga marwah merit system ya KASN. Dan lembaga ini dibutuhkan untuk mencari manusia-manusia unggul,” ucap Moeldoko dilansir dari Suara.com, Rabu (22/9/2021).

Sebelumnya, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengajukan rencana pembubaran KASN melalui Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN).

DPR mengusulkan agar fungsi dan kewenangan KASN diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Isu penghapusan KASN dari UU No 5/2014 tentang ASN sudah bergulir sejak 2016, atau 2 tahun sejak KASN didirikan. Keberadaan KASN selama ini dianggap mempergemuk alur birokrasi dalam pengawasan ASN dan ditakutkan ada lempar kewenangan antara KASN dan Kemenpan-RB.

Moeldoko mendorong KASN untuk menggaungkan pentingnya peranan mereka dalam fungsi pengawasan, salah satunya pencegahan korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Jangan sampai merit system jadi point system, ini bahaya,” jelasnya.

Oleh karenanya, Moledoko dinilai peran KASN masih sangat penting. Terutama di situasi sekarang. Di mana banyak fungsi birokrasi yang belum proporsional.

Ketua KASN Agus Pramusinto mengatakan, bahwa lembaga nonstruktural independen seperti KASN berkaitan dengan cita-cita reformasi birokrasi. Sehingga, penghapusan KASN adalah suatu bentuk kemunduran.

“Fungsinya (pengawasan) ingin dipertahankan, namun kelembagaannya tidak. Ini berarti ada sikap tidak tegas. Padahal kami komitmen untuk membangun kualitas SDM terutama di lingkungan ASN,” ucap Agus.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: