banner 468x60 banner 468x60

Sulit Membaca dan Cenderung Salah Mengucap? Mungkin Kamu Alami Disleksia

  • Bagikan
Deddy Corbuzier (YouTube.com)
Deddy Corbuzier (YouTube.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Baru-baru ini, pesulap sekaligus host tanah air, Deddy Corbuzier mengaku dirinya kesulitan belajar Al-Qur’an karena mengidap gangguan disleksia, yang membuatnya sulit membaca secara benar.

“Gua memang punya kelemahan untuk baca Al-Qur’an, gua jujur saja sama lu. Gua kan disleksia, itu gua baca Bahasa Indonesia saja kata-katanya bolak-balik,” ungkap Deddy dalam podcast-nya, dikutip Suara.com.

Karenanya, mantan suami Kalina Oktarani ini mencoba belajar melalui YouTube dengan cara mendengarkannya.

Berdasarkan CNN, disleksia merupakan kondisi seumur hidup yang memengaruhi cara seseorang dalam membaca, menulis, hingga berbicara.

Satu dari lima orang memiliki gangguan disleksia tetapi masih banyak orang yang belum memahaminya.

Mayo Clinic menjelaskan tanda dari gangguan belajar ini pada remaja dan orang dewasa adalah:

  • Kesulitan membaca dan menulis
  • Salah mengucapkan nama atau kata
  • Bermasalah dalam memilih kata
  • Menghabiskan waktu sangat lama untuk menyelesaikan tugas yang melibatkan mambaca atau menulis
  • Kesulitan meringkas cerita, belajar bahasa asing, menghapal, hingga mengerjakan soal matematika
  • Disleksia cenderung turun menurun dari keluarga karena tampaknya berkaitan dengan gen tertentu yang memengaruhi otak dalam memproses membaca dan bahasa, serta faktor di lingkungan.

Ada sejumlah masalah yang muncul pada pengidap disleksia, yakni:

1. Kesulitan belajar

Pengidap disleksia mungkin kesulitan mengikuti pelajaran karena sebagian besar keterampilam dasar di setiap mata pelajaran adalah membaca.

2. Masalah sosial

Apabila tidak dilatih, disleksia dapat menyebabkan rendahnya rasa percaya diri, masalah perilaku, kecemasan, agresi, hingga penarikan diri dari teman, orang tua, serta guru.

3. Masalah sebagai orang dewasa

Ketidakmampuan membaca dan memahami dapat menghalangi seorang anak untuk mencapai potensinya saat anak itu tumbuh dewasa. Hal ini dapat memiliki konsekuensi pendidikan, sosial, dan ekonomi jangka panjang.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: