banner 468x60 banner 468x60

3.642 Rumah di Kabupaten Gunung Mas Kalteng Terendam Banjir

  • Bagikan
BANJIR - Kondisi banjir di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). (BNPB)

JAKARTA, insidepontianak.com – 3.642 unit rumah di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terendam banjir. Banjir tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari yang mengakibatkan Mengakibatkan sekitar 3.685 Kepala Keluarga (KK) atau 13.638 jiwa terdampak .

Sejumlah kecamatan yang dilanda banjir diantaranya Kecamatan Kurun, Kecamatan Tewah, Kecamatan Mihing Raya, Kecamatan Sepang, Kecamatan Rungan Hulu, Kecamatan Rungan, Kecamatan Rungan Bara, Kecamatan Manuhing, Kecamatan Manuhing Raya, Kecamata. Kahayan Hulu Utara, Kecamatan Damang Batu, dan Kecamatan Miri Minasa.

Pihak BPBD BPBD Kabupaten Gunung Mas telah menyalurkan bansos ke Kelurahan Teweh, yang sudah tersalur 7.250 kg beras.

Status tanggap darurat banjir diperpanjang dari 16 September sampai 30 September 2021. Kondisi terkini, daerah yang masih terendam banjir adalah Kecamatan Rungan Hulu, akan tetapi kondisi air sudah mulai surut.

Berdasarkan informasi BMKG Berlaku 1 September 2021 pukul 07.00 wib sampai 2 September 2021 pukul 07.00, yang berpotensi dampak hujan lebat untuk dampak banjir dapat terjadi di wilayah Kalimantan Tengah dengan Status Waspada (signature.bmkg.go.id).

BPBD Provinsi Kalimantan Tengah meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD kabupaten/kota untuk diteruskan kepada pihak terkait di kabupaten/kota dan masyarakat untuk waspada ancaman bencana hydrometeorologi.

BNPB mengimbau untuk seluruh masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem di masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan, potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat, puting beliung serta potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi. (BNPB)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: