banner 468x60 banner 468x60

Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar Siapkan Penggantinya di DPR

  • Bagikan
Azis Syamsudin
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memakai rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). (Antara Foto/Suara.com)

JAKARTA, insidepontianak.com – Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar, Azis Syamsuddin resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju senilai Rp3,1 miliar sebagai hadiah karena telah membantu menangani perkara korupsi yang, menjerat kader Golkar di Kabupaten Lampung Tengah.

Kini, Azis telah ditahan. Atas penetapan tersangka dan penahanan itu, partai Golkar menyatakan menghargai proses hukum yang sedang berjalan di KPK. Golkarpun menyiapkan pengganti Aziz sebagai wakil ketua DPR.

“Tentu kami hargai proses hukum yang sedang berjalan di KPK,” kata Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM Partai Golkar, Supriansa, dilansir dari Suara.com, Sabtu (25/9/2021).

Supriansa  menegaskan, langkah persiapan pergantian posisi wakil ketua DPR, pasca-Aziz menjadi tersangka sesuai dengan mekanisme yang ada di internal Partai Golkar maupun sesuai dengan Udang-Undang Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Anggota Komisi III DPR itu juga menyampaikan, Bakumham Partai Golkar akan menyiapkan pendampingan hukum apabila Azis Syamsuddin membutuhkan bantuan hukum untuk menghadapi perkaranya.

“Jika Pak Azis membutuhkan bantuan pendampingan hukum dari Bakumham Partai Golkar maka kami siapkan. Namun sampai saat ini beliau belum meminta bantuan hukum kepada Bakumham Partai Golkar,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, KPK menangkap Azis Syamsuddin pada Jumat malam. Azis tiba di gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 20.00 WIB. Dia mengenakan batik lengan panjang berwarna coklat.

“Kami, tentu kita semua segenap anak bangsa sangat menyayangkan perbuatan para pelaku korupsi termasuk yang dilakukan oleh AZ,” kata Ketua KPK Firli Bahuri sebagaiama dikutip dari Suara.com.

Firli mengatakan, Azis sebagai penyelenggara negara dan wakil rakyat seharusnya menjadi contoh agar tidak melakukan korupsi. Karena sesungguhnya sebagai penyelenggara negara dan wakil rakyat yang telah menerima kepercayaan oleh rakyat tidak semestinya melakukan perbuatan tersebut.

“Selayaknya menjadi contoh kita semua untuk dharma bakti kita, karya kita kepada bangsa negara dan juga pengabdian kita kepada ibu pertiwi untuk terus menghindari praktik-praktik korupsi dan tentu kita punya mimpi Indonesia bebas dari korupsi,” ujarnya.

Firli menegaskan bahwa KPK tetap berkomitmen memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Karena prinsip KPK tidak pernah pandang bulu terhadap dalam penegakan hukum kasus korupsi.

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga Azis memberikan suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju senilai Rp3,1 miliar.

“Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH (Maskur Husain/advokat) sebesar Rp4 miliar yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 miliar,” kata Firli.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: