banner 468x60 banner 468x60

Jadi Korban Curanmor, Dewan Sambas Pesan ke Masyarakat Harus Selalu Waspada

  • Bagikan
Anggota DPRD Sambas, Harni Indriani
Anggota DPRD Sambas, Harni Indriani (kanan) menjadi korban pencurian motor. Sindikat pencuri motor wakil rakyat itu telah diringkus anggota Polsek Tebas. (Yak/Insidepontianak.com)

SAMBAS, insidepontianak.com – Salah satu korban sindikat pencurian sepeda motor (Curanmor) yang berhasil diungkap Polsek Tebas adalah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas, Harni Indriani.

Politisi PAN itu mengaku, sepeda motor jenis Honda Scoopy miliknya hilang akibat kelalaiannya sendiri. Sebab motornya ditinggal dengan kondisi kunci masih menancap. Sedangkan STNK disimpan di dalam jok.

“Saya lupa mencabut kunci motor dan menyimpan STNK dalam jok. Saya sempat berpikir tidak akan menemukan motor yang hilang tersebut. Tapi saya beruntung, setelah membuat laporan di Polsek Tebas, polisi berhasil menemukannya,” kata Harni Indriani, Jumat (24/9/2021).

Anggota Komisi II tersebut mengimbau kepada masyarakat Sambas, khususnya warga Tebas, agar selalu waspada ketika meninggalkan sepeda motor. Sebab, kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat pelaku. Tapi juga bisa dipicu karena ada kesempatan.

“Jangan sampai anda menjadi korban seperti saya,” pesannya.

Harni mengapresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polsek Tebas yang telah bekerja keras mengungkap kasus tersebut. Hingga motornya bisa ditemukan. Dia berharap, para pelaku yang ditangkap mendapatkan efek jera dengan hukuman setimpal.

“Untuk Pak Kapolsek Tebas saya ucapkan ribuan terimakasih. Mudah-mudahan Pak Ambril dapat penghargaan dari Kapolda,” harapnya.

Sebelumnya, sindikat Curanmor di 12 tempat kejadian perkara (TKP) berhasil diungkap polisi. Kapolsek Tebas, Iptu Ambril menjelaskan, dua orang pelaku curanmor bernama Rudianto dan Yudi, serta seorang penadah bernama Junaidi juga berhasil diringkus. Sementara tiga komplotan lainnya masih diburu.

Ambril mengungkapkan, modus pencurian motor yang dilakukan sindikat ini adalah bergerak secara sistematis. Mereka mencari kendaraan yang akan dijadikan target. Selanjutnya mereka mengintai untuk memastikan situasi aman. Sebagian besar motor yang dicuri karena kunci menempel di motor.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: