banner 468x60 banner 468x60

Wabup Sambas Minta PUPR Tak Sembarangan Terbitkan Izin Kajian Lingkungan

  • Bagikan
Fahrur Rofi
Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi menanam pohon di hutan kota Sambas dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (24/9/2021). (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi meminta Dinas PUPR tak sembarang menerbitkan izin kajian lingkungan. Dia ingin Kadis PUPR memperketat seleksi terhadap permohonan izin kajian lingkungan agar lebih selaras dengan kelestarian lingkungan.

Hal itu ditegaskan Fahrur Rofi saat Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan World Cleanup Day oleh Pemerintah Kabupaten Sambas, dipusatkan di Hutan Kota Sambas, Jumat (24/9/2021) kemarin.

Fahrur Rofi meminta, mulai saat ini, konsep pembangunan lingkungan harus dirubah. Pembangunan apapun yang dilakukan, harus beriringan dengan kelestarian lingkungan itu sendiri. Ke depan, semua aspek pembangunan di Kabupaten Sambas harus memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kadis PUPR harus memperketat pemberian izin kajian lingkungan hidup. Jangan sampai investasi di Kabupaten Sambas tidak sejalan dengan kelestarian lingkungan, dan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap lingkungan,” pesannya.

Fahrur Rofi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar bersama menjaga lingkungan. Karena Sambas merupakan daerah kawasan sungai. Saat ini, tak sedikit sampah dan botol bekas menjejali aliran sungai, parit maupun selokan.

“Masalah sampah plastik itu, bukan hanya perkerjaan pemerintah saja, tetapi seluruh element masyarakat, dan saya mengajak masyarakat untuk lebih sadar bukan hanya di mulut, bukan hanya jargon, tetapi bagaimana ini berkelanjutan,” ucapnya.

Fahrur Rofi mengingatkan, Kabupaten Sambas yang kaya akan kekayaan alam, seperti flora fan fauna harus dijaga kelestariannya. Jangan sampai rusak apalagi punah.

“Baru-baru ini di temukan sebatang pohon bonsai yang sudah langka, yaitu jenis anting putri dan satu-satunya di Indonesia. Sudah banyak orang dari luar Sambas yang ingin membeli untuk dirawat dan dijaga,” katanya.

“Itulah bukti kita punya sesuatu yang spesial, kita jangan sampai kecolongan dan harus di jaga serta di rawat dan dijadikan sebagai simbol daerah. Apalagi logo dari Kebun Raya Sambas adalah kayu belian sebagai khas dari tumbuhan di Sambas,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: