banner 468x60 banner 468x60

Bahaya! Jangan Pakai Pembalut Herbal dengan Deodoran, Bisa Picu Keputihan

  • Bagikan
Hati-hati menggunakan pembalut herbal dengan deodorant. suara.com
Hati-hati menggunakan pembalut herbal dengan deodorant. suara.com

PONTIANAK, insidepontinak.com – Tahukah kamu bahwa pemakaian pembalut herbal dengan deodoran tidak disarankan untuk kesehatan vagina karena dapat mempengaruhi keseimbangan pH di organ tersebut.

Demikian dikatakan dr. Cynthia Agnes Susanto, SpOG dari Universitas Indonesia.

“Kalau ada baunya (deodoran) tidak disarankan karena bisa mematikan flora di vagina, takutnya deodoran dalam pembalut yang berbahaya untuk vagina,” kata dr. Cynthia dalam webinar kesehatan, Sabtu (25/9/2021), seperti dikutip Suara.com.

Kadar normal pH arena vagina sekitar 3,8 hingga 4,5, termasuk dalam pH asam. Jika bakteri dan jamur alias flora dalam bakteri menjadi tidak seimbang, keluhan seperti keputihan tidak normal (patologis) dapat terjadi.

Dikutip dari WebMd, kadar pH normal vagina yang terganggu bisa menyebabkan bacterial vaginosis yang menyebabkan keputihan, bau amis, gatal, hingga sensasi tidak nyaman saat berkemih.

Ketidakseimbangan pH juga dapat menyebabkan infeksi jamur yang membuat vagina kemerahan dan gatal.

Pembalut dengan pewangi juga tidak dibutuhkan vagina karena bisa mengiritasi.

Pembalut sebaiknya diganti setiap 3-4 jam sekali atau ketika sudah terasa basah agar tidak menimbulkan iritasi pada organ intim karena area tersebut lembap. Mengganti pembalut secara rutin akan mencegah tumbuhnya bakteri dan membantu mengontrol bau.

Pilihlah pembalut yang sesuai dengan banyaknya darah haid. Bila darah haid sedang mengalir deras, pilih ukuran besar untuk mencegah kebocoran.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: