banner 468x60 banner 468x60

Bekerja dengan Resiko Tinggi, Tunjangan Nakes di Daerah Terpencil Ditiadakan

  • Bagikan
Tenaga Kesehatan Puskesmas Pelapis Kayong Utara Mardadi ketika pergi bertugas dengan menggunakan perahu ke Kepulaun Karimata. (Istimewa)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Bekerja, mengabdikan diri di daerah terpencil bukanlah impian banyak orang. Segala keterbatasan di daerah terpencil, seperti transportasi, listrik dan lain sebagainya menjadi tantangan bagi mereka.

Maka pemerintah memberikan program tunjangan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di daerah terpencil, namun sekarang tunjangan tersebut sudah diubah, dan penambahan pendapatanpun mengalami penurunan, tak sebanding dengan beban tugas yang mereka pikul.

Misalnya, tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil, daerah Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

“Kalau dulu itu namanya (Kespeg) sebesar Rp500 ribu untuk golongan III, golongan II iRp400 ribu. Ada lagi untuk tunjangan daerah terpencil Rp1.500.000 perbulan, kalau sekarang namanya TPP kalau diakumulasikan penambahannya sekarang hanya Rp400.000 saja. Jadi, jauh dari sebelumnya,” kata Mardadi yang juga menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha di Kecamatan Kepulauan Karimata.

Ia menceritakan, tenaga kesehatan di Puskesmas Pelapis harus keliling pulau untuk melakukan tugas pelayanan kesehatan ke masyarakat langsung tanpa memperdulikan ombak besar demi melayani masyarakat di pulau terpencil tersebut.

“Padahal tunjangan daerah terpencil menjadi penyemangat kami untuk bertahan dengan segala keterbatasan yang ada seperti keterbatasan listrik dan sinyal telekomunikasi yang masih sulit saat ini,” kata dia.

Ia pun menambahkan sampai saat ini, sedikitnya sudah 6 Nakes dari Puskesmas Pelapis telah meninggalkan tempat kerjanya dengan berbagai alasan.

“Mereka pindah dengan inisiatif sendiri, dengan berkurangnya Nakes kita, maka beban kerja kami di sini pun semakin berat, sejak 2021 ini, ada 3 orang yang pindah, yang di Pustu juga ada 3 orang yang sudah pindah,” terangnya.

Mardadi salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di daerah kepulauanpun sempat menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial facebook pribadinya, bernama Uneng Dadi. Namun beberapa video yang diunggah pada Jumat (24/9/2021) sudah tidak tampak lagi, namun insidepontianak.com sempat mengambil tangkapan layar pada postingan Uneng Dadi.

“Assalamu’alaikum… Bapak/ibu yg dapat mewakili suara kami para nakes di daerah kawasan terpencil, kami adalah petugas2 kesehatan yg ada di Puskesmas Pelapis… Status daerah tempat bertugas kami adalah kawasan sangat terpencil di daerah kepulauan karimata namun tunjangan terpencil yg dulu menjadi penguat dan penyemangat serta motivasi kami utk selalu berjuang di tengah dentuman ombak yg tinggi dan di tengah keterbatasan yg ada KINI SUDAH TIDAK ADA LAGI namun pelayanan KESEHATAN tetap berjalan sebagaimana mestinya, tp jika ada secercah harapan akan sebuah kehidupan yg lebih baik melalui TUNJANGAN TERPENCIL maka GAP antara bekerja di daerah kawasan perkotaan dan kawasan terpencil dapat tertutupi.. Sekian dari kami PETUGAS KESEHATAN PUSKESMAS PELAPIS, KECAMATAN KEPULAUAN KARIMATA KAB KAYONG UTARA,” tulis Mardadi di laman facebook miliknya.

Terkait hal ini, Insidepontianak.com mencoba mengkonfirmasi melalui WhastApp Kepala Dinkes Kayong Utara, Bambang Suberkah guna menanyakan tunjangan tenaga kesehatan di daerah terpencil, namun sampai berita ini diterbitkan, Bambang Suberkah belum memberikan jawaban. (Fauzi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: