banner 468x60 banner 468x60

Pokja Rumah Demokrasi Ajak Semua Pihak Sukseskan Pemilu Serentak 2024

  • Bagikan
(FGD) dan Deklarasi Bersama Sukseskan Pemilu Serentak 2024 yang digelar Pokja Demokrasi
Focus Grup Discussion (FGD) dan Deklarasi Bersama Sukseskan Pemilu Serentak 2024 yang digelar Pokja Demokrasi di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (25/9/2021). (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi mengajak semua pihak menyukseskan pesta demokrasi 2024 mendatang. Pemilu serentak itu diharapkan berjalan  profesional walau dengan beban kerja panitia yang ekstra.

Ketua Pokja Rumah Demokrasi, Zainudin Kismit menilai, pemilu 2019 lalu yang merupakan pemilu borongan harus menjadi catatan kritis dalam pelaksanaan tahun 2024 nanti. Profesionalisme kerja penyelenggara, dengan beban kerja yang double, pemenuhan hak pilih rakyat, kecurangan pemilu dan sebagainya harus diperbaiki.

“Tentu 2019 banyak mengajarkan kita semua proses yang kompleks sebagai persiapan di tahun 2024 agar berjalan dengan baik,” kata Zainudin Kismit, dalam acara Focus Grup Discussion (FGD) dan Deklarasi Bersama Sukseskan Pemilu Serentak 2024 yang digelar Pokja Demokrasi di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (25/9/2021)

Acara itu mengusung tema ‘Menakar Efektifitas Pemilu Serentak 2024’. Menghadirkan pembicara KPU RI, Viryan Azis, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, Wakil Ketua DPRD Kalbar dan Pengamat Politik Untan, Jumadi.

Di sisi lain, pemilu serentak mendatang menjadi sirkulasi estafet kepemimpinan nasional dan lokal. Sebab, akan ada pemimpin dari wajah baru karena dimulai dari titik nol.

Sementara itu, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra memberikan beberapa catatan dalam pelaksanaan pemilu serentak 2024. Di antaranya mengenai wacana penambahan masa jabatan presiden.

Herzaky menekankan agar pandemi tidak menjadi alasan untuk memberangus hak politik rakyat. Wacana pnambahan masa jabatan Presiden dan kepala daerah dinilai menciderai amanah reformasi.

“Kalau ada penambahan masa jabatan tentu kita sebagai partai politik tidak setuju,” tegasnya.

Herzaky menyoroti ambang batas presidential threshold yang tidak berubah padahal Pemilu 2024 dilakukan secara serentak. Dia pun mendorong agar presidential threshold 0 persen saja. Supaya masyarakat memiliki pilihan dan sekaligus mencegah polarisasi politik seperti 2019 lalu.

Selain itu, Herzaky juga memiliki beberapa catatan pemilu masa lalu yang mesti diantisipasi. Misalnya saja politik identitas, money politic, post truth politic, beban berlebih bagi penyelenggara pemilu, dan tenggelamnya isu Pilkada.

Herzaky berharap pemilu serentak 2024 dapat berjalan dengan lancar dan terlaksana dengan profesional.

Sementara itu, Pengamat Politik Untan, Jumadi memperkirakan pelaksanaan Pemilu tahun 2024 nanti tidak akan jauh berbeda dengan yang sebelumnya.

“Analisa data atas kasus-kasus pelanggaran dan pola kecenderungan yang terjadi pada proses tahapan pemilu (pilpres dan legislatif) dan pilkada serentak sebelumnya menggambarkan ada sejumlah kasus yang berpotensi akan terulang kembali,” kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Untan Pontianak itu.

Jumadi mengingatkan, terdapat beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam pemilu serentak 2024. Di antaranya profesionalitas penyelenggara di semua jenjang, anggaran pemilihan, logistik, faktor kesehatan, netralitas ASN, serta masa tugas KPU dan Bawaslu.

Sementara itu, Komisioner KPU Viryan Azis mengatakan, Pemilu adalah satu peristiwa penting, satu peristiwa yang kolosal, suatu peristiwa yang menjadi ciri utama negara demokrasi.

“Kegiatannya bersifat kolosal yang maknanya melibatkan banyak orang. Tidak ada event di negara kita yang melibatkan sangat banyak orang kecuali kegiatan pemilu,” ujar anggota KPU RI tersebut.

Dia memastikan, di Pemilu 2024, KPU sebagai penyelenggara akan melaksanakan semua perintah Undang-Undang yang ada.

“Karena KPU bekerja dengan kerangka hukum,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: