banner 468x60 banner 468x60

Pengunjung Riam Parangek Keluhkan Akses Jalan Masuk Wisata

  • Bagikan
Akses jalan menuju tempat wisata Riam Parangek perlu peningkatan. Baruna
Akses jalan menuju tempat wisata Riam Parangek perlu peningkatan. Baruna

BENGKAYANG, Insidepontianak.com – Pengunjung dan wisatawan yang berkunjung ke Wisata Riam Parangek di Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang mengeluhkan kondisi jalan akses masuk yang kurang memadai dilewati oleh pengendara roda dua dan empat.

Salah seorang wisata lokal, Riki mengatakan, kondisi jalan menuju Riam Parangek belum ditata dengan baik. Bentangan jalan banyak berlobang dan bebatuan. Dan ruas jalan masih terbilang sempit. Mengharuskan salah satu mobil minggir ke luar badan jalan saat berpapasan.

Padahal katanya, akses jalan tersebut saat menuju Riam Parangek merupakan jalan Kabupaten, yang menuju ke Kecamatan Tujuh Belas.

“Sangat disayangkan jalan tersebut rusak parah, padahal banyak terdapat wisata riam didaerah tersebut,”katanya. Minggu (26/9/2021).

Dikatakan Riki, akses jalan tersebut banyak menghambat niat para wisatawan yang ingin berkunjung, sangat disayangkan jika hal ini terus terjadi dan tak dapat perhatian dari pemerintah setempat.

Sementara itu, Pokdarwis Desa Pisak, Thomas Suparto mengungkapkan, mengenai infrastruktur jalan menuju berbagai wisata di Desa Pisak terbilang cukup memprihatinkan.

Pasalnya sudah belasan tahun, akses jalan tersebut alami kerusakan dan belum ada perhatian dari pemerintah daerah.

Thomas menyampaikan, dari Jalan Kantor Camat dan simpang empat Jalan Raya Pasar Sanggau Ledo hingga jalan menuju riam, terdapat beberapa riam yang populer dan memiliki potensi wisata yang indah, diantaranya Riam Merasap, Riam Pangar, Riam Parangek, Riam Ampang, dan Riam Maruk.

“Desa Pisak merupakan Desa Wisata, mestinya infrastruktur jalan sudah memadai,”ungkapnya.

Salah satu pengurus Pokdarwis tersebut berharap, kedepan pemerintah daerah dapat memperhatikan hal tersebut. Sehingga para pengunjung dan wisatawan berbondong-bondong dengan mudah datang tanpa mengeluh akibat jalan yang rusak.

“Semoga infrastruktur jalan membaik, dan sektor wisata dapat berkembang di Kabupaten Bengkayang,”tutupnya. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: