banner 468x60 banner 468x60

Tjhai Chui Mie Apresiasi Kerja Sama BPJS dengan Pemkot Singkawang

  • Bagikan
Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan Pemangku Kepentingan Utama Kota Singkawang Semester II tahun 2021 di Dayang Resort Singkawang, pada Senin (27/9/21). (MC Singkawang)

SINGKAWANG, insidepontianak.com – Wali kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengapresiasi atas kerja sama yang telah dilakukan dengan baik antara BPJS Kesehatan cabang Singkawang dengan Pemerintah Kota Singkawang dalam rangka mensukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hal itu Ia sampaikan pada acara Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan Pemangku Kepentingan Utama Kota Singkawang Semester II tahun 2021 di Dayang Resort Singkawang, pada Senin (27/9/21).

“Jaminan kesehatan nasional merupakan program Jaminan Sosial yang diselenggarakan secara nasional, dengan tujuan menjamin peserta memperoleh manfaat antara lain pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia mengatakan saat ini wilayah kota Singkawang mencatat kepesertaan JKN per 31 Agustus 2021 mencapai 76,22 persen atau sekitar 182.370 jiwa dari total jumlah penduduk kota Singkawang yakni 239.260.

“Data ini membuktikan bahwa penduduk kota Singkawang belum seluruhnya memiliki Jaminan Kesehatan, dan ini menjadi tugas kita bersama untuk meningkatkannya dengan berbagai strategi,” ujarnya.

Untuk tahun 2021, pemerintah kota Singkawang masih memerlukan peningkatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional yakni sejumlah 21.001 jiwa.

Pencapaian yang menjadi cita-cita tersebut tentunya membutuhkan dukungan dari sarana, prasarana fasilitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat kota Singkawang dan sekitarnya.

“Saat ini fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdiri dari Puskesmas, Klinik, Dokter perorangan berjumlah 28 fasilitas, dan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan yakni Rumah Sakit berjumlah 8 fasilitas,” ungkapnya.

Ia mengimbau seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengoptimalisasi penggunaan teknologi informasi. “Salah satunya fasilitas antrian online, agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas,” ujarnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: