banner 468x60 banner 468x60

Wali Kota Edi : Pangan Murah Bantu Keluarga Berpenghasilan Rendah

  • Bagikan
Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak menggelar pangan murah. Ist
Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak menggelar pangan murah. Ist

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar bekerjasama dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak kembali menggelar Gelar Pangan Murah.

Kali ini di Kecamatan Pontianak Selatan yang digelar di Halaman Kantor Camat Pontianak Selatan. Berbagai bahan kebutuhan pokok yang dijual, diantaranya beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih, telur ayam serta daging beku dan daging ayam beku.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap kegiatan Gelar Pangan Murah ini bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok makanan dengan harga lebih murah dari harga di pasaran. Pasar murah ini merupakan upaya pemerintah untuk ketahanan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan semangat di Kecamatan Pontianak Selatan agar bisa memanfaatkan gelar pangan murah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya usai membuka kegiatan Gelar Pangan Murah di Kecamatan Pontianak Selatan, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, selain meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah, gelar pangan murah ini juga untuk menjaga stabilitas harga lebih terkendali. Apalagi ditengah kondisi pandemi ini daya beli masyarakat menurun.

“Kita berharap pasar murah seperti ini terus berkelanjutan, tidak hanya pada momen saat ini saja, tetapi pada kesempatan lainnya bisa kembali digelar,” harapnya.

Ia menambahkan, kehadiran pasar murah ini memang sangat dinantikan masyarakat, terlebih ditengah kondisi pandemi saat ini. Kualitas produk yang dijual di pasar murah ini pun sama baiknya dengan yang dijual di pasaran.

Edi menyebut, ada enam kecamatan yang akan digelar pasar murah serupa. Dirinya menekankan agar setiap kegiatan pasar murah, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Intinya pasar murah berjalan tetapi protokol kesehatan tetap harus dipatuhi,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: