banner 468x60 banner 468x60

Bupati Karolin Minta Menkes Distribusikan Vaksin Berkeadilan

  • Bagikan
Karolin
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa. (Prokopim Pemkab Landak)

LANDAK, insidepontianak.com – Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, meminta pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan memberikan jatah vaksin berkeadilan. Sesuai dengan kebutuhan daerah.

Tidak melulu fokus di pulau Jawa dan Bali. Perhatian mesti diberikan merata. Termasuk Kabupaten Landak. Sebab, terget nasional mewajibkan seluruh wilayah segera menurunkan level PPKM di wilayah masing-masing.

Dia menyampaikan, sampai saat ini, Kabupaten Landak tidak mendapatkan stok vaksin pada minggu ke-4 September. Itu lah sebabnya, cakupan vaksinasi di Kabupaten landak rendah. Masih di angka 12,42 persen. Peringkat ke-13 dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Cakupan vaksinasi itu bukan karena ketidakmampuan pemerintah daerah melakukan percepatan. Namun, terganjal stok yang tak memadai. Stok yang ada jauh dari jumlah kebutuhan.

Bupati Karolin menyebut, sistem ranking yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat tidak adil apabila Kabupaten Landak dinilai terlambat atau tertinggal dari kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat dalam hal percepatan vaksinasi.

“Sistem ranking vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi menurut saya tidak adil jika dikatakan Kabupaten Landak terlambat dan tertinggal dari proses vaksinasi, padahal kami tidak mendapatkan jatah vaksin atau distribusi vaksin,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia berharap tim monitoring dari pemerintah provinsi bisa menjembatani berbagai kesalahpahaman dan memperbaiki update data, sehingga proses vaksinasi di Kabupaten Landak bisa ditingkatkan.

Untuk diketahui, pada September ini, Kabupaten Landak tidak mendapatkan banyak pasokan vaksin. Bahkan vaksin Sinovac yang diterima hanya 4.970 vial untuk 9.940 dosis. Sedangkan vaksin Moderna hanya 68 vial untuk 14 dosis.

Dan vaksin Astra Zeneca yang didapat Kabupaten Landak pada September ini hanya 62 vial. Sementara di minggu ke 4 september ini Kabupaten Landak tidak mendapatkan kuota distribusi vaksin sama sekali.

Berdasarkan data cakupan vaksinasi Covid-19 Kalimantan Barat sampai dengan tanggal 25 september 2021, Kabupaten Landak sudah memvaksin 282.111 penduduk. Dengan vaksinasi pertama berjumlah 42.464 peserta atau 15,05 persen dan vaksinasi kedua berjumlah 27.638 peserta atau 9,80 persen.

Namun dari data Dinas Kesehatan kabupaten Landak sasaran vaksinasi berdasarkan kategori sudah hampir memenuhi target seperti untuk para pelajar SD, SMP maupun SMA/SMK.

Jumlah pelajar di Kabupaten Landak yang sudah divaksin hingga saat ini capai 6.445 siswa. Sedangkan vaksinasi ibu hamil dan ibu menyusui sudah mencapai 975 jiwa.

Bupati Karolin meminta kepada pemerintah pusat agar tidak selalu mendahulukan vaksinasi di pulau jawa saja. Namun juga merata ke luar pulau jawa. Hal ini penting mengingat target pemerintah yang harus segera menurunkan angka level PPKM di seluruh wilayah Indonesia.

“Oleh karena itu kami berharap agar pemerintah tidak hanya mendahulukan masyarakat di pulau jawa, tetapi sudah saatnya l memperhatikan di luar jawa dan vaksin harus diberikan secara berkeadilan,” pinta Karolin.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: