banner 468x60 banner 468x60

Menkes Diminta Perbanyak Suplai Vaksin ke Daerah Perbatasan

  • Bagikan
Ivandri
Ketua DPC PPP Sambas, Ivandri. (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Kedatangan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin ke Kalimantan Barat disambut masalah kurangnya stok vaksinasi di berbagai daerah Kalbar. Termasuk Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas Fraksi PPP, Ivandri meminta wilayah perbatasan seperti di Kabupaten Sambas jadi perhatian pemerintah pusat, dalam hal percepatan vaksinasi dengan didukung stok vaksin yang memadai.

Alasannya, resiko penularan Covid-19 varian baru dari negeri tetangga sangat besar dengan adanya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk yang jadi pintu keluar masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menurutnya, stok vaksinasi di Sambas jumlahnya kecil. Akibatnya cakupan vaksin di Sambas terendah dari 13 kabupaten/kota yang ada. Dengan jumlah 12,21 persen berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar per 16 September 2021.

Karena itu, Ivandri meminta kedatangan Menkes ke Kalbar tidak sekedar melakukan seremonial peninjauan vaksinasi saja. Tetapi juga harus menyelesaikan masalah suplai vaksin di Kalbar, termasuk Kabupaten Sambas,

“Resiko penular virus corona di perbatasan negara adalah tanggungjawab bersama. Kedatangan Menkes ke Kalbar harus melihat kondisi perbatasan (Sambas) yang kekurangan stok vaksin,” ucap Ivandri.

Dia melihat, selama ini distribusi vaksin di Kalbar hanya berfokus pada wilayah perkotaan saja. Hal itu tentu tidak selaras dengan keinginan pemerintah untuk segera mencapai kekebalan komunal di wilayah perbatasan yang notabene wilayah pedalaman Kalbar.

“Satgas Covid-19 di Sambas sudah melakukan vaksinasi dengan lancar. Namun kendalanya stok vaksin masih kurang. Saya harap Menkes menambah stok vaksin agar Sambas cepat mencapai herd immunity,” katanya.

Ivandri mengatakan, jika vaksinasi di perbatasan Kalbar tuntas dan kekebalan komunal tercapai, keinginan pemerintah dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2021 yang ingin mempercepat pembangunan ekonomi perbatasan bisa tercapai dengan mudah.

“Lagipula banyak PMI kita yang tidak bisa masuk ke Malaysia karena belum divaksin. TNI bisa turun tangan langsung membantu percepatan vaksinasi diperbatasan. Seperti yang dilakukan TNI AU dengan metode vaksin terbang beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: