banner 468x60 banner 468x60

Setujui Raperda Perubahan APBD, DPRD Harap Pemprov Kalbar Fokus Bangun Infrastruktur

  • Bagikan
Paripurna Pembahasan APBD Perubahan
Juru bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalbar menyerahkan naskah pandangan akhir Perubahan APBD 2021 kepada ketua DPRD Kalbar, M Kebing L, Selasa (28/9/2021). (Ist)

PONTIANAK, Insidepontianak.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar menerima Rancangan Perubahan Peraturan Daerah (Raperda) APBD tahun 2021. APBD Perubahan tahun 2021 ini ditetapkan dengan nilai 6.680 triliun. Mereka berharap infrastruktur jalan menjadi fokus perhatian.

“Nilainya 6.680 dari 7 triliun,” kata Penjabat (Pj) Sekda Kalbar, Samuel kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Samuel mengapresiasi dukungan DPRD. Ia memastikan, Pemerintah Provinsi Kalbar segera melaksanakan program-program yang ada di APBD. Termasuk mempercepat penyerapan anggaran yang masih dinilai lamban.

“Kita akan melakukan akselerasi proses percepatan untuk merealisasikan program kegiatan yang sampai saat ini persentasenya masih rendah. Jadi, akan menjadi perhatian karena memasuki triwulan keempat,” kata dia.

Fokus Infrastruktur

Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah mengatakan, fraksi DPRD menekankan agar pemerintah fokus dalam pembangunan infrastruktur dengan anggaran perubahan APBD.

“Kita tetap menekankan infrastruktur. Pembangunan padat karya di desa harus jadi perhatian karena menjamin perekonomian masyarakat agar tumbuh dan berkembang,” kata Suriansyah kepada awak media, Selasa (28/9/2021).

Dia menyebut, APBD Perubahan tahun 2021 mengalami pengurangan sebesar Rp300 miliar. Berkurangnya pendapatan itu disebabkan karena rencana penjualan aset Provinsi tidak terlaksana.

“Penyebabnya syarat-syarat penjualan aset belum terpenuhi. Karena itu, pendapatan dari rencana penjualan aset menjadi batal,” ungkapnya.

Sementara itu, pendapatan lain-lain seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan lain yang sah,  semuanya tercapai dan terpenuhi.

“Walau di masa pandemi pajak daerah dapat terpenuhi. Hanya penjualan aset saja yang gagal,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: