banner 468x60 banner 468x60

Stop Impor Pangan : PKS Siap Dorong Kalbar Jadi Lumbung Pangan

  • Bagikan
Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Arif Joni Prasetyo. dok
Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Arif Joni Prasetyo. dok

PONTIANAK, insidepontianak.com – Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Arif Joni Prasetyo angkat bicara terkait Hari Tani yang digelar pekan lalu.

Hari Tani katanya menyisakan kekecewaan. Petani masih banyak yang belum sejahtera kehidupannya.

Menurut Ketua DPW PKS Kalbar ini, hasil pertanian mereka masih dihargai murah dan tak wajar. Terlebih banyak produk pangan impor membanjiri pasar Indonesia.

“Kita tahu sebagian besar penduduk adalah petani atau bercocok tanam,” katanya, Selasa (28/9/2021).

Namun, faktanya sebagai negara agraris, Indonesia belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pokok masyarakatnya. Terbukti, Indonesia masih terbelenggu oleh impor bahan pangan.

BPS mencatat dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2021, Indonesia mengimpor lebih dari 15 juta ton bahan pokok senilai US$ 8,37 miliar atau setara dengan Rp 118,9 triliun.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan berlanjut. Stop impor pangan, stop, stop,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kalbar ini.

Indonesia kata Arif, bisa menjadi negara mandiri pangan. Kalbar telah membuktikan, beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan Abdi Bakti Tani 2021. Menjadi peringkat IV ekspor komunitas pertanian tertinggi.

“Jangan hanya slogan Indonesia Tangguh dan Tumbuh. Tapi harus dibarengi dengan upaya serius,” paparnya.

PKS pun memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Gubernur dan Pemerintah Kalbar atas prestasi di bidang pertanian.

PKS melalui DPRD siap mendorong Kalbar jadi lumbung pangan Nasional.

“Banyak komunitas pertanian yang bisa dipacu produksinya. Bukan saja untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tapi bahkan bisa diekspor,” katanya optimis.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: