banner 468x60 banner 468x60

Bupati Darwis Imbau Warga Bengkayang Waspada Potensi Bencana

  • Bagikan
Salah satu Jembatan alami terjangan banjir di Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang beberapa bulan lalu. Rabu (29/9/2021). Ist
Salah satu Jembatan alami terjangan banjir di Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang beberapa bulan lalu. Rabu (29/9/2021). Ist

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis mengimbau warga untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir. Perubahan cuaca itu ditandai dengan curah hujan yang tinggi dan angin kencang di Kabupaten Bengkayang.

“Warga mesti siap siaga, waspada dan tetap membangun kesigapan dalam potensi bencana,” ungkapnya, Rabu (29/9/2021).

Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Barat, perkiraan potensi terjadinya genangan air dan banjir akibat hujan deras di tanggal 29 September 2021, pukul 07.00 Wib, sampai dengan 30 September 2021 pukul 07.00 wib.

Dijelaskan, Kabupaten Bengkayang berpotensi genangan air dan banjir di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan dan Kecamatan Monterado.

Ia mengingatkan kecamatan, desa dan lurah untuk memantau dan siaga terhadap kemungkinan bencana. Koordinasi juga harus terus dilakukan dengan instansi terkait.

“Untuk masyarakat untuk sadar dan tak mengindahkan terhadap informasi-informasi yang sudah disampaikan pemerintah daerah, melalui Diskominfo dan BPBD Bengkayang,” paparnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang menyiapkan strategi antisipasi dan penanganan bencana alam memasuki musim penghujan akhir tahun.

Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Bengkayang, Erwin mengatakan kesiapan dini penanganan bencana alam harus segera dilakukan.

“Hal itu untuk mengantisipasi bencana alam banjir dan tanah longsor memasuki musim penghujan akhir tahun,” katanya.

Katanya, BPBD Bengkayang mulai menyiapkan strategi penanganan. Kesiapan tersebut seperti menyiapkan posko darurat, tim reaksi cepat dan logistik.

“Beberapa Minggu terakhir intensitas curah hujan cukup tinggi,” pungkasnya.

Curah hujan tersebut berpotensi menyebabkan banjir, dan tanah longsor serta kejadian pohon tumbang di beberapa kawasan Kabupaten Bengkayang.

Dirinya berharap, antisipasi dan strategi kesiapan penanganan bencana alam dapat dilakukan dengan maksimal. Sehingga dapat teratasi dengan baik implementasinya. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: