banner 468x60 banner 468x60

Tips Untung Bisnis Tanaman Hias Ala Maudy Koesnaedi

  • Bagikan
Tanaman hias indoor (Pixabay/Grumpy Cow Studios).
Tanaman hias indoor (suara.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sobat inside, bagi kalian pecinta tanaman hias pastinya tahu kan merawat dan bagaimana mmeperlakukan tanaman hias yang ada di rumah kita.

Nah, kali ini, aktris cantik Maudy Koesnaedi yang diketahui gemar memelihara tanaman hias ini berbagai tipsnya.
Maudy bersama koleganya dari “Geng Ijo” telah membantu menjual produk tanaman hias dari petani melalui sosial media, dengan harapan dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.

“Karena pengikut (Instagram para petani) tidak terlalu banyak, tidak efektif juga. Akhirnya kami juga sering bantu petani untuk siaran langsung melalui Instagram bersama-sama,” kata Maudy dalam keterangan pers, dikutip Suara.com.

Untuk menjadi ladang bisnis, Maudy memberikan beberapa tips baik kepada petani maupun ibu-ibu PKK. Pertama, menurut Maudy, sebaiknya para ibu-ibu PKK yang membantu mempromosikan tanaman petani juga dibekali informasi mengenai tanaman yang akan dijual.

Hal itu termasuk bagaimana cara merawatnya dan informasi detail lainnya agar petani dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan muncul di kolom komentar media sosial.

Kedua, soal administrasi pengiriman. Maudy mengungkapkan, terkadang petani tidak dapat mengemas tanaman dengan baik dan benar. Karena itu, kata dia, perlu ada edukasi dan pengetahuan pada petani agar pelanggan dapat menerima tanaman dengan puas.

“Bagaimana untuk bisa mengemas tanamannya supaya nilainya baik dan juga tidak mengecewakan pembelinya. Karena saya sebagai pembeli amatiran, pasti suka tanya-tanya nih. Jadi, sebaiknya (petani sebagai penjual) juga bisa menjawab,” jelas pemeran Zaenab dalam sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” itu.

Ketiga, pertimbangkan kondisi alam sehingga pengiriman tanaman yang terlalu lama dapat disiasati dengan berbagai cara agar tanaman tidak mati dalam perjalanan karena berbagai hal, salah satunya perbedaan suhu saat pengiriman.

“Jadi, sebenarnya kalau bisa dijadikan bisnis itu betul. Tetapi saya berharap mungkin teman-teman yang sudah menjadi pakar bisa sharing-sharing informasi juga kepada ibu-ibu yang akan memulai bisnis tanaman ini,” ungkap dia.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: