banner 468x60 banner 468x60

Empat Tahun Buron, Terpidana Perusak Areal Taman Wisata Alam Gunung Melintang Ditangkap

  • Bagikan
Kajati Kalbar, Masyudi
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Masyhudi merilis penangkapan buronan terpidana perusak areal taman wisata alam, gunung melintang Sambas, Kamis (30/9/2021). Dia adalah Maman Suherman, direktur Kilau Mas Perkasa empat tahun menjadi DPO. (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Empat tahun buron direktur Kaliau Mas Perkasa (KMP), Maman Suherman akhirnya ditangkap Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Kamis (30/9/,2021).

Maman merupakan DPO kasus penyalahgunaan arel lahan kawasan hutan Taman Wisata Alam Gunung Melintang Sambas tanpa izin. Areal hutan seluas 1.003 hektare itu digunakan menanam kelapa sawit yang mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Kajati Kalbar Masyhudi mengatakan, terpidana ditangkap pada Senin (27/9/2021) saat berada Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

“Pelaku ini buron selama empat tahun pascaputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang menjatuhkan vonis tiga tahun penjara 3 tahun dan denda 750 juta rupiah,” kata Masyhudi, kepada awak media, Kamis (30/9/2021).

Pelaku melakukan tindak pidana pengrusakan lingkungan dengan  cara melaksanakan aktivitas perkebunan diluar izin. Mengacu pada pasal 27 Undang-Undang RI  No 5 Tahun tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa di dalam kawasan Taman Wisata Alam tidak dapat digunakan untuk aktivitas apapun.

“Namun pelaku mengunakan kawasan ini untuk aktivitas perkebunan. Pelaku menebang pohon dan melakukan pembakaran. Akibatnya, areal hutan rusak,”kata dia.

Saat ini, terpidana akan dieksekusi ke Lapas Kelasa II Pontianak untuk menjalani hukuman. Sementara,  areal hutan lindung seluas 1003 hektare itu diserahkan kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Masyhudi berharap, upaya pemulihan terjadap kawasan tersebut dapat dilakukan. Dia juga kembali menegaskan tak ada tempat yang aman bagi para buronan.

“Segeralah menyerahkan diri. Ini hanya soal waktu saja. Cepat atau lambat pasti akan tertangkap,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: