banner 468x60 banner 468x60

Wakil Bupati Sintang Kosong, Nasdem-Golkar Berpeluang Isi Posisi

  • Bagikan
Grafis
Grafis. (Soekron/Insidepontianak.com)

Partai Nasdem dan Golkar berpeluang usulkan nama calon Wakil Bupati Sintang, yang kini kosong pasca-Yosep Sudiyanto meninggal dunia. Dua nama mengerucut pada sosok Terry Ibrahim dan Usmandy.

Nama Usmandy dan Terry Ibrahim santer diperbincangkan di kalangan elit politik lokal, sejak beberapa pekan belakangan. Keduanya dianggap tokoh politik senior. Terutama di Kabupaten Sintang.

Usmandy misalnya. Dia tecatat sebagai loyalis kader partai berlambang pohon beringin. Dua periode menjabat anggota DPRD Sintang. Sekarang, Usmandy jabat Ketua DPC Golkar Sintang, dan anggota DPRD Kalbar periode 2019-2024.

Di luar partai, pria kelahiran Nobal, 27 Maret 1966, juga punya rekam jejak di banyak organisasi. Di antaranya, Ketua Harian KONI Sintang, POBSI Sintang, Anggota Dewan Pembina DPD PATRI Provinsi Kalbar, Anggota Dewan Penasehat Pemuda Melayu Sintang, dan Wakil Ketua Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Sintang.

Terry juga demikian. Politikus kelahiran Nanga Merakai, 15 Agustus 1962, tiga periode menjadi anggota DPRD Sintang. Kini, ia juga duduk di DPRD Provinsi Kalbar. Dari Dapil Kalbar 7, meliputi: Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi dan Kapuas Hulu. Sama seperti Usmandy.

Politisi Nasdem ini juga aktif berorganisasi di luar partai. Terry tercatat sebagai DAD Kabupaten Sintang, Majelis Sinode Gereja Kristen Evangelis, dan Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi. Sebelum terjun ke dunia politik, Terry merupakan guru di Yayasan Sukma.

Saat pemilihan kepala daerah Kabupaten Sintang, Terry dipercaya menjadi ketua tim koalisi pemenangan Jarot-Sudiayanto (JADI).

Sayang, saat Insidepontianak.com mengkonfirmasi Terry dan Usmandy, keduanya kompak belum mau menanggapi isu pergantian Wakil Bupati Sintang, yang disebut-sebut telah mengerucut pada nama mereka.

Bukan tanpa alasan. Terry punya andil besar dalam suksesi pemenangan Jarot-Sudiayanto, saat Pilkada 2019. Sedangkan Usmandy, dinilai kader Golkar yang paling ideal untuk menggantikan Sudiyanto, yang juga kader Golkar saat dicalonkan mendampingi Bupati Jarot.

Sebagaimana diketahui, Koalisi Jarot-Sudianto pada Pilkada 2019, sejatinya tak hanya diusung Nasdem dan Golkar. Tapi, ada lima partai yang tergabung dalam koalisi JADI (Jarot-Sudianto). Kelimanya, Nasdem, Golkar, PKB, PPP dan PKPI.

Nasdem memiliki 7 kursi di DPRD Sintang (20.310 pemilih). Partai Golkar 4 kursi (9.658 pemilih). PKB 4 kursi (8.018 pemilih). PPP 1 kursi (1912 pemilih). PKPI 1 kursi (5532 pemilih).

Kolasi JADI berhasil memenangkan Pilkada 2019, melawan dua pasangan calon lainnya. Pasangan Jarot Winarno-Sudianto meraih 114.529 suara. Sementara pasangan Askiman-Hatta meraih 24.877 suara. Paslon Yohanes Rumpak-Syarifudin, meraih 99.466 suara.

Posko Pemenangan Jarot-Sudianto
Posko pemenangan pasangan calon kepala daerah Jarot-Sudianto pada Pilkada 2019. (Net)
Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: